Putuskan Dukung Jokowi, Addie MS Berpegang Pada Kata Hati

Abdul Rahman Syaukani Senin, 14 Januari 2019 20:40:00
Putuskan Dukung Jokowi, Addie MS Berpegang Pada Kata Hati

TABLOIDBINTANG.COM - Addie MS termasuk musisi yang memberikan dukungan penuh untuk Joko Widodo alias Jokowi supaya  kembali memimpin Indonesia. Addie MS punya keyakinan di tangan mantan Walikota Solo itu, Indonesia akan semakin maju ke depannya.

Addie MS menjatuhkan pilihan ke Jokowi bukan tanpa alasan. Selain mengikuti pertimbangan akal sehat dengan mempelajari rekam jejak, Addie MS juga mengikuti kata hatinya.

“Kenapa? Karena kata hati. Hidup saya tuh dikendalikan oleh kata hati, tentunya dengan pertimbangan rasio juga ya. Kalau saya sudah putuskan, saya bisa terjang apapun itu,” ucap Addie MS kepada Tabloidbintang.com.

Ayah dari Kevin Aprilio ini mengaku tidak gentar dengan bully-an yang dia terima melalui media sosial lantaran menjatuhkan pilihan ke Jokowi. Namun Addie MS tidak masalah meski banyak orang yang menghujat karena dia memperjuangkan apa yang diyakini untuk Indonesia yang lebih baik.

“Kemarin Ahok, sekarang Jokowi, besok enggak tahu siapa lagi. Kalau saya yakin, saya lihat ini orang baik di mata saya nih, saya pasti dukung. Tentu saya kaji bukan asal dukung,” ucap Addie MS.

Pembelaan terhadap Jokowi semakin gencar dilakukan Addie MS setelah dia melihat banyak pihak yang menebar fitnah untuk sang presiden.

“Jokowi manusia biasa, tentu punya kelemahan. Tapi untuk sekarang ini saya merasa perlu membela Jokowi. Terlebih Jokowi difitnah luar biasa. Kita lihat kok faktanya, kita semua tahu, tapi banyak yang membiarkan memilih diam,” ungkap Addie MS.

(man / wida)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.