Cerita Pejuang Covid-19 di RSD Wisma Atlet, Nikah Virtual hingga Hati Hancur

Supriyanto Selasa, 12 Januari 2021 15:00:22
Suka duka pejuang Covid-19 di Wisma Atlet. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Tidak pernah terlintas di pikiran akan terinfeksi Covid-19 apalagi sampai harus menjalani karantina tanpa orang tersayang di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta pusat. Namun jangan khawatir, itu semua bukan akhir dari segalanya.

Seperti dua kerabat Tabloidbintang, pasien RSD Wisma Atlet yang sampai sekarang masih berjuang untuk negatif atau bersih dari Covid-19. Mereka berbagi cerita inspiratif selama menjadi penghuni RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sejak virus Corona masuk ke Indonesia, mereka sudah berusaha maksimal menerapkan protokol kesehatan. Bila keluar rumah selalu patuh mengenakan masker dan berjaga jarak. Bahkan ada yang rajin menjaga asupan makanan dan kondisi fisik untuk memperkuat imunitasnya.

Suka duka pejuang Covid-19 di Wisma Atlet. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Suka duka pejuang Covid-19 di Wisma Atlet. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Nuraini Ummia atau Aini, terpaksa harus  menggelar akad nikah secara virtual dari Wisma Atlet sementara mempelai pria berada di KUA Mampang, Jakarta Selatan pada 1 Januari 2020 lalu. Padahal sebelumnya Aini bersama kekasihnya sudah mempersiapkan matang rencana perkawinannya.

"Pandemi Covid 19, nggak apa-apa mengambil sedikit nikmat sehat yang aku punya. Tapi pandemi ini nggak boleh ngambil semua mimpi dan harapan aku. Jadi gimanapun situasinya kita harus punya mmpi dan harapan yang selalu hidup," kata Aini kepada Tabloidbintang.com

Dengan wajah ceria, wanita berusia 25 tahun yang berprofesi sebagai jurnalis TV itu mengungkap rasa syukurnya. Aini optimis badai yang melanda Indonesia dengan Covid-19 bisa dilewati bersama dengan semangat dan saling mengingatkan pentingnya kesehatan.

Suka duka pejuang Covid-19 di Wisma Atlet. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Suka duka pejuang Covid-19 di Wisma Atlet. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

"Aku nggak ingin membuat ini semua menjadi duka. Aku mencoba untuk selalu mensyukuri apa yag Allah kasih ke aku, apapun itu ini semua takdir dan ketetapan dari Allah jadi kita harus selalu semangat dan gembira. Yang tadinya ku pikir ini semua akan menjadi duka, ternyata dengan kebaikan dan keramahan para Nakes (tenaga kesehatan) semua musibah seolah berubah jadi nikmat luar biasa yang Allah kasih buat aku," terang Aini tersenyum.

Sementara Fajarullah seorang wiraswasta berambut ikal harus bisa merelakan putranya pergi naik ambulan tanpa kawalan keluarga. Ayah satu anak berusia 31 tahun itu hanya bisa mengelus dada, lemas, dan tak kuasa menahan kesedihan tatkala mengetahui kabar buah hatinya yang masih balita positif Covid-19.

"Tentu berat meninggalkan mereka (anak dan istri), apalagi ketika mengetahui istri dan anak positif juga, merasa bersalah banget karena saya merasa jadi carrier virus ke mereka. Ketika tau anak dibawa pakai ambulan ke tempat isolasi istri, rasanya hancur banget. Di ambulan anak sekecil itu cuma ditemani oleh perawat yang menggunakan APD," tutur Fajar tertunduk.

Suka duka pejuang Covid-19 di Wisma Atlet. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Suka duka pejuang Covid-19 di Wisma Atlet. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Namun Fajar tetap berysukur, lebih dari 14 hari menghuni RSD Wisma Atlet dirinya memiliki teman yang peduli satu sama lain, saling mendoakan dan mendukung agar bisa melewati pandemi yang melanda Indonesia.

"Alhamdulillah walau saya divonis sakit, di sini banyak hal positif yang didapat, seperti teman-teman seperjuangan yang selalu support, suka berbagi, selalu bareng dan sharing, jadi saya ngga ngerasa sendiri di sini," pungkas Fajar

Jumlah pasien COVID-19 saat ini masih tinggi, maka jangan lupakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan.

(pri)

 

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.