Cerita Kru Seventeen Didatangi Personel Seventeen yang Telah Meninggal Dunia

Christiya Dika Handayani | 30 Desember 2018 | 13:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Duka kehilangan kru dan personel Seventeen usai musibah tsunami di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12), tak hanya dirasakan Ifan sang vokalis. Tapi juga dirasakan pula oleh Ahmad Muhajar alias Anjar, sound engineer band Seventeen dan pasangan Aviwkila, penyanyi duo yang memiliki hubungan dekat dengan Seventeen. Uki sang gitaris pernah menjadi additional gitar untuk band Seventeen selama empat tahu.

Kepada Aviwkila, Anjar menceritakan soal mimpinya didatangi oleh bassis Seventeen, Bani dan dua kru band Seventeen yakni Oki Wijaya, sang manager dan Ujang. Di mimpi tersebut, Anjar mengaku didatangi ketiganya dan berbincang seru bersama seperti yang biasanya dilakukan saat berkumpul. Saat itu, Anjar tidak ingat jika mereka telah meninggal dunia dalam musibah tersebut.

"Jadi ceritanya kemarin Mas @ahmad.muhajar lagi istirahat tidur siang di rumahnya. Beliau masih tahap recovery, karena masih ada beberapa luka dan bekas jahitan dari kejadian kemarin. Nah saat beliau tidur siang, beliau bermimpi, Mas Ujang. Mas Oki, Mas Bani dateng di mimpi. Ngobrol2 asik sama Mas Anjar seolah2 tidak ada apa2. Karena itu di dalam mimpi, Mas Anjar juga ga inget kalo mereka sebenernya sudah 'tidak ada'," tulis Aviwkila di Instastory official mereka.

Anjar mengaku dalam mimpinya Bani sempat meminta dibelikan pontensio untuk bass kesayangannya yang akan digunakan untuk manggung acara tahun baru. Anjar menerangkan, baik Bani, Ujang maupun Oki terlihat berbahagia dan terus tersenyum dalam mimpinya. "Dalam mimpi, kondisi mereka semua terlihat sangat bahagia, Mas Bani selalu senyum, begitupun Oki," tambah Aviwkila.

Tak hanya Bani, kru Seventeen bernama Ujang yang juga stage manager Aviwkila juga sempat menitipkan salam untuk Ajeng dan Uki (dua personel Aviwkila). Ujang berterima kasih pada Ajeng dan Uki yang telah meng-cover lagu milik Seventeen berjudul Kemarin yang beberapa bulan lalu diminta Ujang untuk dinyanyikan ulang oleh Aviwkila.

"Lalu saat mengobrol dengan Mas Ujang @rukmanarustam, mas Ujang bilang, 'Njat, titip salam buat Ajeng sama Uki yaa, bilang ke mereka makasiiihh bangettt requestku udah dibawain, aku udah nonton videonya," kata Aviwkila.

Setelahnya menyampaikan pesannya, mereka bertiga kompak berpamitan untuk pergi ke suatu tempat. Anjar pun sempat bingung dan bertanya ke mana mereka bertiga akan pergi. Bahkan Anjar sempat menawarkan diri untuk ikut bersama ketiganya.

Namun mereka meminta Anjar untuk berdiam diri di tempatnya karena mereka tak akan pergi jauh. Saat terbangun, Anjar pun menyadari jika ketiganya telah pergi untuk selama-lamanya. Sontak Anjar hanya bisa terdiam dan menangis ketika mengingat mimpinya itu.

"Lalu mereka bertiga pamit. 'Ya udah Njar kita jalan dulu ya' Trus mas Anjar @ahmad.muhajar tanya, 'Lho kemana e Mas? Kok aku g diajak!! Lalu mereka menjawab 'udah disitu aja ga usah ikut, wong kita pergi ga jauh kok, wes ya Njaar'. Lalu mereka pergi. Dan sontak Mas Anjar terbangun dan menangis," ungkap Aviwkila.

Sebelumnya diketahui, musibah tsunami ini menerjang Seventeen saat manggung di Tanjung Lesung, Banten. Musibah ini menewaskan tiga personel Seventeen, dua kru Seventeen dan istri tercinta dari Ifan, Dylan Sahara.

(dika/ray)

Penulis : Christiya Dika Handayani
Editor: Christiya Dika Handayani
Berita Terkait