Putra Ustaz Arifin Ilham Umumkan Sang Ayah Belum Boleh Dijenguk Lagi, Kenapa?

Christiya Dika Handayani Rabu, 9 Januari 2019 11:30:52
Arifin Ilham tidak boleh dijenguk (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Ustaz Arifin Ilham kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta lantaran penyakit kanker yang dideritanya. Sejak beberapa hari terakhir kesehatan da'i kondang itu mengalami penurunan.

Hal ini membuat sejumlah kerabat, sahabat dan rekan dari berbagai kalangan pun datang ke rumah sakit untuk mendoakan dan memberi semangat secara langsung pada Ustaz Arifin Ilham. Mulai dari Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ustad Yusuf Mansur hingga artis Teuku Wisnu dan Arie Untung.

Namun pada Selasa (8/1), lewat Instastory-nya, putra sulung Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz mengumumkan bahwa untuk sementara ayahnya tidak bisa dijenguk. Ini lantaran Ustaz Arifin Ilham membutuhkan istirahat yang cukup.

Alvin Faiz
Alvin Faiz

"Untuk teman-teman yang ingin menjenguk dengan berat hati kami menolak, karena kondisi Abi sekarang sedang butuh istirahat," ujar Alvin Faiz di videonya.

Tak hanya itu, Alvin memohon doa untuk kesembuhan sang ayah. Alvin Faiz berharap Ustad Arifin Ilham dapat kembali seperti sedia kala.

"Abi sekarang sedang butuh istirahat jadi kami berharap minta doanya, semoga penyakitnya diangkat, kembali disembuhkan, kembali disehatkan," sambung Alvin Faiz.

Sebelumnya, Ustaz Arifin Ilham santer diisukan meninggal dunia pada Selasa (8/1) pagi. Namun informasi ini langsung dibantah kedua putra Ustaz Arifin Ilham. Mereka menegaskan berita kepergiaan sang ayah adalah hoax. Mereka juga mengungkap jika kesehatan pemimpin Majelis Az Zikra itu sudah membaik.

(dika/ray)

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.