Mencengangkan, Setiap Bulannya Whatsapp Hapus 2 Juta Akun Penyebar Hoax

TEMPO Jumat, 8 Pebruari 2019 09:30:00
Mencengangkan, Setiap Bulannya Whatsapp Hapus 2 Juta Akun Penyebar Hoax (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Aplikasi chat Whatsapp termasuk salah satu media utama penyebaran hoax atau berita palsu. Salah satu buktinya, Whatsapp bisa sampai menghapus dua juta akun setiap bulannya untuk menghentikan peredaran hoax. Sebelum menghentikan akun - akun tersebut, WhatsApp telah melakukan identifikasi akun yang diduga pembuat onar.

"Terkadang orang mencoba untuk mengeksploitasi layanan kami. Beberapa mungkin ingin mendistribusikan tautan umpan-klik yang dirancang untuk menangkap informasi pribadi, sementara yang lain ingin mempromosikan sebuah ide," ujar juru bicara WhatsApp Carl Woog, seperti dilansir laman thestar, Kamis, 7 Februari 2019.

Tindakan yang dilakukan WhatsApp itu dilakukan berawal dari kontroversi partai politik di India yang dilaporkan telah menyalahgunakan layanan menjelang pemilihan umum, tahun lalu. Partai politik tersebut menyebarkan berita palsu untuk mempengaruhi pemilih.

Aplikasi pesan besutan Facebook itu juga disalahgunakan untuk menghasut dan dijadikan sebagai media kekerasan yang menelan korban puluhan nyawa di India. Hal serupa juga dimanfaatkan untuk kerusuhan di Brazil dan Myanmar dalam beberapa bulan terakhir.

"Terlepas dari tujuannya apa, pengiriman pesan otomatis dan massal melanggar ketentuan layanan kami. Dan salah satu prioritas kami adalah mencegah dan menghentikan penyalahgunaan semacam ini," kata Woog.

Media sosial lain juga melakukan hal yang sama. Menurut laman the guardian, Facebook juga tahun lalu telah menghapus 1,5 miliar akun dalam enam bulan, sebagai bagian dari tindakan terhadap informasi yang salah dan spam. Sementara Twitter mencabut jutaan akun bermasalah pada Juli tahun lalu.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.