Ramadhan 2019, Dewi Sandra Persiapkan Hal Ini

TEMPO Jumat, 3 Mei 2019 23:15:24
Dewi Sandra (Supri / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Menyambut Ramadhan 2019, penyanyi dan aktris Dewi Sandra tidak memikirkan aktivitas buka puasa ataupun mempersiapkan busana Lebaran untuk keluarga. Dewi Sandra merasa kalau persiapan bulan Ramadan sesungguhnya adalah mendekatkan hubungan dengan Allah. Dewi Sandra merasa kalau Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa dan persiapannya bukan dari material.

“Bukan hanya soal buka puasa sama siapa, bukan hanya soal beli baju baru, lebih ke perjalanan spiritual. Bagaimana kita bisa menjadi penabung yang untung dalam bulan ini,” tutur Dewi Sandra.

Wanita kelahiran 3 April 1980 ini menjelaskan kalau Ramadan adalah bulan yang semuanya berlipat. Segala sesuatu yang kaum muslim dan muslimah lakukan di bulan ini, termasuk puasa, itu untuk Allah.

Dewi Sandra (Supri / tabloidbintang.com)
Dewi Sandra (Supri / tabloidbintang.com)

“Kan spesial banget ya? Ini juga bulan Al Quran diturunkan, menurutku itu magic,” lanjut Dewi Sandra.

Dia merasa kalau hal tersebut adalah sesuatu yang sangat istimewa karena Al Quran menjadi petunjuk yang diberikan Allah sendiri untuk menyampaikan semua solusi, rahasia, peringatan, larangan. Semuanya ada di situ. Mempelajari Al Quran lagi juga menjadi bagian dari persiapan Dewi Sandra.

Aktris dan penyanyi ini mengatakan kalau ada pemikiran yang membuat Ramadhan menjadi rusak. Dewi Sandra sendiri mengakui kalau dia pernah memiliki pemikiran yang sama.

“Kita mau puasa, gue pasti turun berat badan. Gue mau puasa, pasti akan kumpul-kumpul sama keluarga. Itu tidak salah, tapi itu bukan esensi dari Ramadhan,” jelas Dewi Sandra.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.