Dinginkan Suasana, Paranormal Mbak You Minta Jokowi dan Prabowo Turun Tangan

Ari Kurniawan Minggu, 26 Mei 2019 06:00:23
Mbak You mengimbau masyarakat lebih bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.  (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Paranormal Mbak You sempat meramalkan terjadi huru-hara usai Pemilu 2019. Dia juga menyebut ada korban jiwa tersebut.  Ramalan itu terbukti. Pada 22 Mei muncul aksi massa yang berujung kerusuhan, hingga menelan korban jiwa. 

Kini, kondisi Jakarta terbilang stabil. Namun menurut Mbak You, masyarakat masih tetap harus waspada.  "Seperti api dalam sekam. Ini belum selesai semua, masih belum stabil, belum kondusif semuanya," kata Mbak You, kepada tabloidbintang.com, Jumat (24/5). 

Mbak You mengatakan, untuk meredakan ketegangan, para tokoh yang terlibat dalam Pemilihan Presiden lalu, yakni Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto harus turun tangan. Kedua tokoh tersebut, kata Mbak You, harus bisa memberi pengertian kepada para pendukung masing-masing.

Jokowi dan Prabowo Subianto (TEMPO)
Jokowi dan Prabowo Subianto (TEMPO)

"Tokoh-tokoh harus turun. Harus ada kedewasaan dalam menerima keputusan. Jangan sampai rakyat jadi korban. Bisa mengungkapkan ke massanya supaya lebih legowo, lebih ikhlas. Massa kan gimana pimpinan. Kalau pimpinan bilang A, insya Allah yang di bawah akan nurut," tuturnya. 

Untuk masyarakat di lapisan bawah, Mbak You mengimbau agar lebih bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. 

"Kita kan rakyat, ikut yang di atas. Tapi kita juga tidak bisa paksakan kehendak. Menyampaikan inspirasi ada tempatnya, di mana kita bisa menuangkan. Kalau apa yang terjadi berbeda dengan aspirasi kita, ya kita harus terima," pesan Mbak You

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.