Deddy Corbuzier Ungkap Reaksi Ibunda Terkait Keputusannya Menjadi Mualaf

Christiya Dika Handayani Minggu, 28 Juli 2019 20:00:40
Deddy Corbuzier (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Deddy Corbuzier belum lama ini mengambil keputusan besar dalam hidupnya menjadi seorang mualaf dan memeluk agama Islam. Keputusan itu pun sempat menuai pro dan kontra di kalangan tertentu, tak terkecuali dari ibundanya.

Saat menjadi bintang tamu dalam program Hotman Paris Show, Deddy Corbuzier mengungkap reaksi sang ibu terkait keputusannya. Berbeda dengan lingkungan keluarganya, ibunda Deddy justru menyambut baik keputusan anaknya.

"Kalau ibu saya tidak terlalu masalah. Yang masalah mungkin keluarga besar. Jadi kayak tantenya saya, ibu saya punya tante, punya adik, punya kakak, punya saudara yang mana gue kenal juga enggak gitu ya, itu mungkin buat mereka jadi masalah," jelas Deddy Corbuzier dikutip dalam video di YouTube Official, Hotman Paris Show.

Deddy Corbuzier (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Deddy Corbuzier (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

"Tapi karena saya tidak tanya ke mereka dan mereka juga enggak berani ngomong ke saya, jadi akhirnya saya juga tidak dengar. Tapi saya tahu kalau itu akan jadi sebuah masalah. Yang jadi masalah adalah mungkin ada oknum-oknum tokoh agama yang membuat itu jadi masalah," lanjutnya.

Mantan suami Kalina Oktarani juga mengungkap sebelum memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat, ia terlebih dahulu membicarakan dengan ibudanya.

"I did talk to my mom karena yang saya tuakan di keluarga cuma ibu saya saat ini, karena ayah saya sudah meninggal. Jadi saya cerita ke ibu saya," Deddy Corbuzier menandaskan.

(dika / ray)

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.