Ikan Hias Mati Gara-gara Listrik Padam, Lucky Hakim Rugi Puluhan Juta Rupiah

Abdul Rahman Syaukani Kamis, 8 Agustus 2019 14:15:23
Lucky Hakim mengatakan ikan hiasnya banyak yang mati gara-gara terjadi pemadaman listrik pada Minggu (4/8) lalu. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Lucky Hakim mengatakan ikan hiasnya banyak yang mati gara-gara terjadi pemadaman listrik pada Minggu (4/8) lalu. Akibatnya, Lucky Hakim mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

"Kerugian material sekitar 15 sampai 20 juta, tapi kerugian imaterial tidak ternilai ya karena ikan-ikan GT ini saya pelihara dari kecil dan jinak. Bahkan bisa handfeeding yang mana itu jarang terjadi," ucap Lucky Hakim saat dihubungi, Kamis (8/8).

Lucky Hakim kini tengah mempertimbangkan untuk melayangkan gugatan terhadap PLN akibat terjadinya pemadaman listrik tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Lucky Hakim (Instagram)
Lucky Hakim (Instagram)

"Kalau ada yang rame-rame mau menggugat PLN khususnya pehobi binatang, saya dengan senang hati akan ikut juga. Saya masih mendingan karena yang mati hanya sebagian, tapi pehobi teman-teman saya banyak mengalami kerugian lebih besar" papar Lucky Hakim.

Andai saja gugatan tersebut resmi dilakukannya terhadap PLN, Lucky Hakim tahu hal itu tidak akan mengembalikan ikan-ikanya yang telah mati. Setidaknya Lucky Hakim ingin memberi peringatan supaya PLN tidak melakukan kelalaian serupa di masa yang akan datang yang tentu sangat merugikan para pelanggan.

"Bayangkan saja. Mati listrik berjam-jam tanpa peringatan dan pemberitahuan. Toh kalau kita enggak bayar listrik juga langsung diputus. Kalau pulsa enggak keisi juga langsung mati," tandas Lucky Hakim.

(man)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.