Hati-hati! Ini 3 Ciri-ciri Orang yang Suka Playing Victim

TEEN.CO.ID Selasa, 28 Januari 2020 03:00:23
Manusia secara umum punya kecenderungan untuk menempatkan diri sebagai korban. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Anda atau teman Anda punya kecenderungan untuk playing victim? Hati-hati ya, ini ciri-cirinya! 

Manusia secara umum punya kecenderungan untuk menempatkan diri sebagai korban. Contoh sederhananya, kita sering menyalahkan keadaan bila hal buruk terjadi. Meski umum dilakukan banyak orang, playing victim atau bersikap seolah-olah jadi korban hanya akan membuat situasi jadi lebih buruk. Apalagi jika perilaku ini jadi kebiasaan. Nah, kalau Anda punya ciri-ciri seperti ini, bisa jadi Anda adalah orang yang sering menganggap diri sebagai korban. Kurang-kurangin ya!

Ogah Berusaha

Orang yang menganggap dirinya korban, biasanya lebih malas untuk melakukan sesuatu dengan hidupnya. Karena selain menganggap kalau kesalahan yang ia perbuat adalah akibat sesuatu yang lain di luar kekuasaannya, orang seperti ini juga umumnya menganggap kalau hal baik juga akan terjadi berkat mukjizat atau kemurahan orang lain. Ia sering merasa tidak memiliki kuasa untuk melakukan apa-apa sehingga ia memilih untuk menyerah atau tidak melakukan apa-apa.

Lepas Tanggung Jawab

Mereka menganggap kalau dirinya tidak menjadi penyebab masalah. Jadi kenapa harus susah-susah bertanggung jawab? Untuk itu, orang yang suka playing victim biasanya akan melimpahkan tanggung jawab pada orang lain.

Pendendam

Karena menganggap sesuatu yang buruk terjadi bukan karena diri sendiri, ia cenderung mengingat-ingatnya peristiwa buruk itu akibat kesalahan orang lain. Jadi, baginya wajar untuk mengungkitnya, bahkan merasa dendam dan benci pada seseorang atau sesuatu yang membuatnya gagal.

 

Penulis TEEN.CO.ID
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.