Meski Jadi Kebanggaan, Kanguru Kini Jadi Ancaman Di Australia

Ulfa Gusti Utami Rabu, 13 September 2017 21:40:30
Kanguru (abc.net.au)

TABLOIDBINTANG.COM - Selama ini Kanguru dikenal sebagai ikon dari negara Australia. Kanguru juga dinobatkan sebagai hewan endemik di negara itu. Meski sempat dilindungi, namun kini Kanguru dianggap sebagai ancaman. 

Dilansir dari ABC News, Rabu (13/9). Kini warga Australia justru malah dianjurkan untuk lebih sering berburu kanguru, bahkan masyarakat pun disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi daging kanguru. Teranyata hal itu bertujuan untuk menekan populasi kanguru yang saat ini meningkat. 

Menurut catatan pemerintah Australia, sejak 2016 hingga kini populasi hewan marsupial ini kini sudah mencapai 45 juta ekor. Jumlah itu hampir dua kali lipat lebih banyak dari jumlah penduduk negara persemakmuran Inggris itu.

Padahal enam tahun sebelumnya, jumlah populasi kanguru diketahui hanya sekitar 27 juta ekor. Diduga, lonjakan jumlah populasi itu terjadi karena faktor alam, yakni curah hujan yang tinggi yang menyebabkan melonjaknya jumlah makanan hewan berkantung ini. 

Profesor David Paton dari Universitas Adelaide bahkan menyarankan agar warga Australia tak ragu untuk  mengkonsumsi daging kanguru. Hal itu bertujuan agar Kanguru yang telah diburu tak sia-sia. 

“Kalau kita ingin menyingkirkan satwa ini, harus dilakukan dengan manusiawi. Namun, sebaiknya kita juga memikirkan apa yang akan kita perbuat selanjutnya kalau kita membunuh kanguru. Kita tidak bisa membiarkan jasad mereka membusuk di kandang atau penangkaran,” ujar Paton.

Paton juga memberi peringatan, jika populasi kamnguru melonjak drastis, hal itu justru dapat berdampak buruk, karena akan mengancam keberagaman hayati si Australia. 

“Ini bukan salah kanguru jika jumlah mereka semakin banyak. Mungkin hanya karena kita terlalu lunak terhadap mereka, untuk menekan populasi agar mencegah kerusakan,” jelas Paton.

 

(gst / gur)

 

Penulis Ulfa Gusti Utami
Editor Tubagus Guritno
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.