Apa Sebetulnya Jenglot? Ini Komentar Dokter Ahli Anatomi

TEMPO | 19 Oktober 2017 | 13:20 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Jenglot kembali menjadi perbincangan. Tapi apaa sebetulnya Jenglot? Materi yang digunakan untuk membuat jenglot, makhluk kecil menyerupai mayat manusia, belum diketahui persis. Ada dugaan bahwa jenglot dibuat dari kerangka dan daging hewan karena fisiknya yang menyerupai makhluk sejenis primata berukuran kecil.

Dokter Ahli Anatomi Hewan dari Universitas Brawijaya, Analis Wisnu Wardhana mengaku tidak bisa memberikan klarifikasi tanpa pemeriksaan lengkap. "Sebaiknya dilakukan pemeriksaan DNA," kata Analis sat dihubungi Tempo, Rabu 18 Oktober 2017.

Warga kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya, beberapa hari lalu digegerkan dengan penemuan jenglot. Jenglot yang ditemukan di bebatuan Pantai Watu-Watu, Kecamatan Bulak, Senin, 16 Oktober 2017, berwujud seperti mayat berukuran kecil dan kering. "Punya rambut, kuku, dan giginya panjang," kata Camat Bulak, Suprayitno kepada wartawan, Selasa, 17 Oktober 2017.

Karena tak ada yang berani memindahkan, petugas Satpol PP Kota Surabaya mengamankan benda sepanjang 40 sentimeter itu. Kemudian menyimpannya di Kantor Kecamatan Bulak, tak jauh dari lokasi penemuan, sebelum akhirnya dilarung ke laut.

Analis mengatakan pemeriksaan DNA dilakukan untuk memastikan spesies benda itu. Keperluan data pemeriksaan ini tidak bisa dibantah. "Sebelum dilakukan pemeriksaan, saya tidak bisa memberikan komentar."

Jenglot dikenal masyakarat Indonesia sebagai makhluk berwajah seperti tengkorak dengan kulit gelap. Penampilannya mirip mumi yang mengering dengan taring menonjol dan kuku yang juga panjang.

Ada yang percaya bahwa jenglot memiliki kekuatan mistis, memakan darah manusia, bahkan mengundang bencana, bahkan tak jarang dianggap sebagai makhluk hidup sungguhan. Saat ditemukan di Pantai Watu-Watu, jenglot ini mengeluarkan bau yang tak sedap menyerupai bangkai.

 

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait