Langkah Gojek Hadirkan Keamanan Perempuan Diapresiasi Badan PBB

Redaksi Rabu, 11 Desember 2019 05:30:28
Ilustrasi (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Komitmen Gojek dalam menciptakan ruang public yang aman bagi kaum perempuan medapat apresiasi dari United Nations (UN) Women, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang khusus menangani isu perempuan. 

Jamshed Kazi, Representatif UN Women untuk ASEAN, menyebut langkah proaktif Gojek yang menaruh perhatian pada isu kekerasan seksual bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

”Saya bangga Gojek sebagai ikon Indonesia telah proaktif menaruh perhatian pada isu kekerasan seksual. Karena prinsip zero (nol) toleransi terhadap pelecehan adalah prinsip yang harus dipegang oleh semua pemain di industri,” ungkapnya pada diskusi Publik 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di M Bloc Space, Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).

Berbicara lebih luas dalam aspek ekonomi, kata Jamshed, apabila diberikan rasa aman di ruang publik maka perempuan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik. ”Data global menyebutkan bahwa apabila tersedia ruang publik yang aman maka wanita bisa berpartisipasi penuh pada roda ekonomi bahkan berkontribusi sebesar USD26 triliun. Itu sebesar perekonomian China,” dia memaparkan.

Maka, kata dia, beri lah ruang aman yang lebih luas bagi perempuan. Dengan begitu maka statistik perekonomian akan meningkat. ”Itu berlaku umum. Dan Gojek sudah mengedepankan keamanan perempuan bukan saja karena faktor keamanan tapi juga berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan,” terusnya.

Hal senada diungkapkan Koordinator Residen PBB untuk Republik Indonesia, Anita Nirody, yang dalam sambutannya memuji para pihak terutama pihak swasta (private sector) yang sudah sukarela mewujudkan kepeduliannya. “Mereka yang secara sukarela telah membangun sistem dan penanganan anti kekerasan seksual sehingga membantu perempuan bisa berpartisipasi penuh dalam perekonomian urban,” ungkapnya.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen, mengatakan yang melatarbelakangi inisiatif Gojek dalam upaya menciptakan keamanan bagi perempuan di ruang publik adalah karena bagi Gojek, keamanan merupakan hak semua orang. 

Hal tersebut juga sejalan dengan visi Gojek untuk membawa dampak sosial (social impact) yang luas. ”Perempuan mencari nafkah bersama kami dan pengguna perempuan mengandalkan layanan kami untuk hidup yang lebih produktif,” ungkap Vita, sapaan akrabnya.

Sebagai pionir edukasi anti kekerasan seksual di industri ride-hailing, kata Vita, pihaknya bangga karena sejauh ini modul edukasi Gojek mengenai anti kekerasan seksual sudah mengandung kompenen intervensi saksi. Sejalan dengan hasil penelitian, intervensi saksi merupakan hal penting yang perlu dibangun.

”Di Gojek, solusi keamanan dibuat secara menyeluruh terdiri dari tiga pilar; cegah, lindungi, tangani. Penitikberatan pada pencegahan terus kami lakukan supaya terwujud budaya aman bagi semua yang berada dalam ekosistem layanan,” Vita menambahkan.

Penelitian Pulse Lab Jakarta dengan UN Women itu sendiri diberi judul “Setelah Gelap: Menciptakan Transit yang Aman untuk Perempuan yang Bepergian di Malam Hari”. Riset tersebut bertujuan untuk memahami keamanan dan mobilitas perempuan di wilayah perkotaan, di luar wilayah Jakarta, dan sekitarnya.

Penelitian lapangan dilaksanakan di Medan, Semarang, dan Surabaya. Penelitian dimaksud melengkapi Audit Keamanan yang dilakukan oleh UN Women di Jakarta pada tahun 2017. Audit Keamanan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang memengaruhi keamanan perempuan di ruang publik.

Penelitian “Setelah Gelap” berfokus pada pengalaman individu perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang lebih rendah, terutama mereka yang bekerja sif malam di sektor informal.
 

Penulis Redaksi
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.