Cara Jims Honey Ikut Membantu Perekonomian Rumah Tangga

Redaksi Selasa, 13 Oktober 2020 21:30:56
Jessica Isabella

TABLOIDBINTANG.COM - Pandemi Covid-19 membuat sektor perekonomian Tanah Air terkena imbasnya. Salah satunya adalah bisnis fashion style. Namun tidak demikian halnya dengan yang dilakukan brand fashion tas Jims Honey.

Pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak pada penjualan produk-produk Jims Honey. Karena pada dasarnya selama ini Jims Honey melakukan penjualan secara online.

Jessica Isabella selaku pelaku bisnis tas, dompet, dan jam tangan fashion berbasis online bermerek Jims Honey sekaligus pemilik akun Instagram @jims_honey, baru-baru ini menuturkan dampak pandemi Covid-19 terhadap penjualan produknya

“Penjualan Jims Honey secara online di masa pandemi masih berjalan lancar bahkan ada peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Karena selama pandemi makin banyak orang di rumah dan memilih membeli barang lewat online, dan Jims Honey memang sejak awal bermula dari online,” ujar Jessica Isabella yang merupakan entrepreneur Jims Honey dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

Bukan hanya penjualan, jumlah reseller Jims Honey juga ikut meningkat mengingat banyak pegawai kantor yang terkena imbas pandemi ini. Sehingga tak sedikit dari mereka yang sambilan menjadi wirausaha demi menambah penghasilan.

“Jumlah reseller pun makin bertambah banyak selama masa pandemi. Soalnya, ada yang WFH, gajinya dipotong dan ini mendorong orang untuk mencari uang tambahan lain untuk mencukupi biaya hidup, untuk membayar cicilan, dll. Dan salah satunya yang paling gampang dijangkau adalah bisnis online yang bisa dikerjakan dirumah,” ujar Jessica Isabella.

Dengan segala kemudahan yang didapatkan dalam menjual produk lokal ini, Jims Honey juga ingin mengajak lebih banyak orang, khususnya para wanita, untuk ikut serta. Pasalnya, dengan berjualan Jims Honey para wanita, terutama Ibu Rumah Tangga, bisa ikut membantu perekonomian keluarga.

“Saya merasa disinilah kita harus maju berperan untuk membantu orang lain, yuk bisnis bareng bersama Jims Honey, kita sukses sama-sama. Kesempatan untuk berkembang sangat luas sekali. Apalagi brand Jims Honey sudah cukup terkenal, produknya berkualitas bagus dengan harga terjangkau sehingga untuk di jual kembali tidak sulit,” ujar Jessica Isabella.

“Di Jims Honey pun kamu tidak berjuang sendirian, kita akan berjuang bersama-sama dan saling support satu sama lain pokoknya seru banget deh. Kamu bisa bekerja di rumah, modal kecil, flexible, dan bisa mendapatkan penghasilan. Siapa tau kamu bisa menjadi distributor Jims Honey di kota kamu sendiri,” tambah alumnus Universitas Tarumanegara ini.

Sebagai bentuk keseriusannya dalam menjalani bisnis fashion style ini, Jims Honey juga telah memiliki dua gudang besar di Jakarta dan Makasar. Pemilihan Makassar sendiri karena merupakan pintu perekonomian untuk wilayah Indonesia Timur. 

“Harga pengiriman jauh lebih murah dari Makassar untuk pengiriman wilayah Indonesia timur ketimbang harus dikirim dari Jakarta. Jadi harapan saya bisa membantu para reseller yang lokasinya jauh bisa ikut berkembang juga dengan ongkos kirim yang tidak terlalu tinggi, sehingga ketika berjualan harga jualnya tidak naik terlalu jauh dari harga Jakarta,” ujar wanita kelahiran 14 Mei 1987 ini.

Ke depannya, Jims Honey ingin terus mengembangkan bisnisnya dengan mengeluarkan produk-produk terbarunya. Ini untuk membuktikan di masa pandemi, mereka tidak berhenti dalam berkreativitas.

“Terbaru kita akan meluncurkan produk terbaru yaitu kotak makan. Tim Jims honey sangat concern dengan pandemi ini, maka kita berharap bisa membantu mengedukasi masyarakat pentingnya membawa bekal sendiri dari rumah agar lebih higienis daripada harus membeli makan di luar dan melakukan kontak langsung dengan pedagang,” pungkas Jessica Isabella.

Penulis Redaksi
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.