Tren Sinetron Fantasi Remaja Rasa Hollywood, Siapa Pelopornya dan Sampai Kapan Bertahan?

Panditio Rayendra Senin, 6 Oktober 2014 17:00:09

TABLOIDBINTANG.COM - LUPAKAN drama anak tertukar, terkena amnesia, dan setting kerajaan Nusantara. Sambutlah fantasi remaja.

Setidaknya, ada empat judul sinetron bergenre fantasi remaja yang tengah beredar di layar kaca; Ganteng-ganteng Serigala (SCTV), Manusia Harimau (MNCTV), Bastian Steel Bukan Cowok Biasa (RCTI) dan Cowokku Superboy (SCTV). 

Empat sinetron ini berkisah tentang remaja yang duduk di sekolah menengah, dengan keajaiban masing. Tiga diantaranya, mengingatkan pada produk film/serial TV asal Amerika Serikat.
Ganteng-ganteng Serigala (GGS), berkisah tentang 'perseteruan' antara bangsa vampir, serigala dan manusia. Sulit untuk tidak menyebut sinetron garapan Amanah Surga Productions ini menyadur plot yang diusung Twilight Saga, film yang diangkat dari novel karya Stephenie Meyer.

Bastian Steel Bukan Cowok Biasa (BSBCB), tentang anak keturunan penyihir dengan bekas luka di dahi. Teringat dengan Harry Potter, tokoh rekaan J.K Rowling?

Sedangkan Cowokku Superboy (CSB), tentang bocah yang turun ke bumi dari planet lain. Bocah laki-laki ini memiliki kekuatan super, tapi melemah jika dekat dengan pecahan batu yang berasal dari planet. Tahu kisah Superman, atau serial Smallville yang satu dekade lalu tayang di SCTV?

Manusia Harimau (MH), mungkin secara cerita 'paling original'. Meski tak bisa dipungkiri sinetron produksi MD Entertainment ini hadir setelah GGS meledak, dan konsep posternya mengingatkan pada Twilight: New Moon.

Sebenarnya, genre fantasi remaja bukan hal baru di industri sinetron. Mundur ke tahun 1999, Starvision pernah membuat sinetron fantasi-aksi remaja berjudul Gerhana (tayang di RCTI). Dikisahkan, karakter Gerhana (diperankan Pierre Roland), lahir pada saat terjadi gerhana bulan dan memiliki kekuatan super. 

Ceritanya mengambil masa ketika Gerhana duduk di bangku kuliah. Selain melindungi bumi dari orang jahat, Gerhana dikisahkan menyukai teman satu kampusnya, Bulan (Dina Lorenza). Cerita cinta Gerhana selalu diganggu Poltak (Ruhut Sitompul), pria pilihan orangtua Bulan.

Di tahun 2000-2004, RCTI juga punya sinetron Luv. Tentang sekumpulan remaja yang dengan kaca pembesar ajaib bisa berpindah tempat dengan mengarahkan kaca tersebut pada foto.
Kemudian pada tahun 2004, masih di RCTI, ada Dan. Sinetron besutan MD Entertainment ini berkisah tentang anak SMA korban bullying yang mendapat cincin ajaib, membuatnya bisa menghilang (tak terlihat oleh mata).

Kembali ke era stripping, GGS yang tayang sejak 21 April 2014 bisa dibilang sebagai pemicu PH dan stasiun TV lain membuat sinetron bergenre fantasi remaja berbumbu romansa dan aksi. 
Selama lima bulan, sinetron ini relatif stabil duduk di posisi 1. Memang di bulan ke-6 posisinya beberapa kali tergeser Mahabharata (antv) dan Emak Ijah Pengen ke Mekah (SCTV), tapi tetap stabil di tiga besar.

Sebelum GGS, sebenarnya ada Putri Duyung yang memiliki genre sejenis. Bedanya, sinetron yang tayang selama 2 Desember 2013-7 April 2014 ini memasang tiga karakter perempuan sebagai tokoh utama yang memiliki kekuatan super.

Dongeng Putri Duyung, jelas bukan berasal dari Indonesia. Sinetron garapan MD Entertainment ini juga tidak terlalu setia pada Putri Duyung versi Disney atau legenda Yunani Kuno-selain berubah jika terkena air. 

Kekuatan para duyung dalam sinetron tayangan MNCTV ini, sedikit banyak mengingatkan pada serial Hollywood Charmed (1998-2006) dan film The Craft (1996). Bagi generasi sekarang, tentunya Charmed dan The Craft tidak sepopuler Harry Potter atau Twilight.

Jika ditengok data kepemirsaan pada Minggu (5/10), sinetron-sinetron bergenre fantasi masih mendapatkan rating dan share yang menggembirakan. GGS rating 4,8 / share 20,3; CSB rating 2,7 / share 17,2; dan BSBCB rating 2,1 / share 15,2.

Jika angka tersebut bisa bertahan, tentu umur sinetron-sinetron tersebut bakal panjang. Namun tentu, setiap tren ada batasnya.
Delapan sampai empat tahun lalu, begitu banyak sinetron drama yang mengusung premis anak tertukar atau anak terpisah dari orangtua kandung. Tiga hingga setahun lalu, sinetron laga kolosal sempat mendominasi data kepemirsaan 10 besar. 

Namun setelah Raden Kian Santang berakhir pada Minggu (5/10), tak satu pun stripping kolosal tersisa di layar kaca.
Dalam waktu dekat, sepertinya Anda masih akan terus disuguhi genre fantasi remaja. Selama rating dan share berkehendak.

(ray/yb)

Penulis Panditio Rayendra
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.