Nindy Ayunda Jadi Korban KDRT, Pesan untuk Para Istri: Tinggalkan Suami yang Main Pukul

Redaksi | 24 Februari 2021 | 10:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Siapa menyangka Nindy Ayunda yang cantik dan terkenal, teryata jadi korban KDRT alias kekerasan dalam rumah tangga. Di mata banyak penggemar, selama ini kehidupan Nindy Ayunda pasti terkesan baik-baik saja. Menikah dengan pria tampan, hidup berkecukupan, sudah pula dikaruniai anak buah cinta mereka. 

Kesan semua baik-baik saja mendadak jadi pertanyaan ketika suami Nindy ditangkap polisi karena kasus narkoba. Seakan belum cukup mengejutkan, hanya beberapa hari setelah suami ditangkap Nindy mengajukan gugatan cerai. Lebih mengejutkan lagi alasan Nindy Ayunda mengajukan gugatan cerai dari Askara setelah 10 tahun menikah. 

Seperti ditulis tabloidbintang.com, Herman Y Simarmata, kuasa hukum Nindy Ayunda mengatakan, kliennya meminta cerai bukan karena sang suami tersandung kasus narkoba. Namun perlakuan kasar Askara yang membuat Nindy mantap cerai. Herman menceritakan, KDRT yang dialami kliennya terjadi pada 2011 dan klimaksnya di akhir 2020. Nindy bahkan pernah membuat laporan ke Polres Jakarta Selatan pada 19 Desember 2020. 

Nindy dan Aksara menikah pada tanggal cantik 11-11-2011. Kalau benar seperti dikatakan pengacaranya, berarti KDRT sudah dialami Nindy di tahun pertama pernikahan. Kenapa Nindy selama ini memilih bertahan dan baru menggugat cerai setelah suaminya ditangkap polisi? Kita tak tahu persis masalah yang terjadi pada Nindy dan suaminya. Kita tak bisa menghakimi Nindy atau Aksara hanya dengan bekal informasi yang ditulis media. 

Tapi secara umum, tak ada pernikahan yang mudah. Tanpa ada tindak kekerasan pun rumah tangga tak selalu adem ayem. Apalagi kalau kekerasan terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Tak hanya membuat relasi suami-istri makin rumit, tapi juga menjadi beban serius bagi anak dan keluarga besar. Ditambah lagi dengan narkoba, masalah kian jadi rumit. Bagi yang mengalami, sungguh ini cobaan yang berat. Penyelesaiannya sering kali juga tidak mudah.

Dalam kehidupan nyata ada banyak istri yang memilih bertahan meski mengalami KDRT. Banyak pertimbangan yang membuat seorang istri bertahan dalam pernikahan yang penuh kekerasan. Bisa masalah ekonomi, anak, malu bercerai, dll. Tapi KDRT jelas bukan teladan yang baik bagi anak, bahkan bisa memberi pengaruh buruk. Uang dan kemewahan, sebanyak apapun rasanya tak bisa menyembuhkan hati yang terluka karena perlakuan buruk suami. Pesan untuk para istri yang mengalami KDRT: Tinggalkan suami yang suka main pukul. Tak ada alasan yang bisa membenarkan tindakan itu. Tak ada istri yang boleh diperlakukan kasar oleh suaminya. Juga tak ada suami yang boleh memukul atau menendang istrinya.

Penulis : Redaksi
Editor: Redaksi
Berita Terkait