Jalan Panjang Menuju 1 Juta Penonton

Panditio Rayendra Selasa, 6 Januari 2015 13:12:36

TABLOIDBINTANG.COM - KEBANYAKAN film 'besar' Hollywood dirilis pada summer atau musim panas.

Pada momen tersebut para pelajar dan mahasiswa di Amerika Serikat libur panjang. Karenanya, pada musim panas identik dengan perilisan film-film berbudget fantastis.

Bagaimana Indonesia? Pernah ada masanya libur Lebaran disebut sebagai summer-nya perfilman Indonesia. Mengingat penduduk Indonesia mayoritas Muslim, kebanyakan akan berlibur dan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga. 

Film seperti Kuntilanak (2006), Get Married (2007) dan Laskar Pelangi (2008), dirilis beberapa hari sebelum Idul Fitri dan berhasil meraih jutaan penonton. Judul terakhir bahkan menjadi all-time box office dengan raihan 4,6 juta penonton. Tapi sejak 2010, film yang rilis Lebaran tak ada yang mendapat satu juta penonton.

(ray/yb)

Pergeseran Summer-nya Indonesia

Pergeseran Summer-nya Indonesia

Pada tahun 2012, Summer-nya Indonesia bergeser menjadi bulan Desember. Dua film yang rilis pada bulan tersebut, meraih jumlah penonton fantastis.

Dilansir situs filmindonesia.or.id, 5 Cm (rilis 12-12-12) meraih 2.392.210 penonton selama tayang di bioskop. Sementara Habibie & Ainun (rilis 20-12-2012) mengumpulkan total 4.488.889. Perlu dicatat, dalam tempo seminggu alias tujuh (7) hari, Habibie & Ainun sudah mengantongi 1 juta penonton.

Tahun 2013, meski tak sefantastis 2012, ada dua film rilisan Desember yang masing-masing menyabet lebih dari 1 juta penonton selama tayang di bioskop; 99 Cahaya di Langit Eropa (1.189.709) dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Judul terakhir mengumpulkan 570 ribu penonton dalam minggu pertamanya.

Desember tahun 2014, lagi-lagi sejumlah film berbudget fantastis diluncurkan. Tapi hasilnya, sejauh ini, jauh dari pencapaian 2013, apalagi 2012.

Film Desember 2014

Film Desember 2014

Supernova: Ksatria, Putri & Bintang Jatuh yang rilis 11 Desember 2014, sampai Minggu 4 Januari 2015 'hanya' mengumpulkan 497.740 penonton. Padahal, film ini diadaptasi dari novel best seller Dewi 'Dee' Lestari. Jajaran pemainnya (Arifin Putra, Raline Shah, Herjunot Ali dkk) dan lokasi syuting (termasuk Amerika Serikat) pun terlihat menggiurkan. 

Namun tak lantas memudahkannya menembus satu juta penonton-melihat dari jumlah layar saat artikel ini ditulis, rasanya sulit tercapai.

Pendekar Tongkat Emas (PTE) yang diproduseri Mira Lesmana dan dibintangi aktor-aktris papan atas seperti Christine Hakim, Nicholas Saputra dan Reza Rahadian, baru mengantongi 235.112 per 4 Januari, sejak dirilis pada 18 Desember 2014. Padahal di pekan pertama rilis, film yang diklaim berbudget 23 milyar Rupiah ini sempat mendapat 143 layar.

Prestasi lebih baik diperlihatkan Merry Riana (MR). Terlepas dari perdebatan setting kerusuhan yang tidak terjadi pada tahun 1998, film yang rilis 24 Desember di 140 layar, per 4 Januari sudah meraih 484.870 penonton (dan menurut akun asli Manoj Punjabi, per 5 Januari sudah 513.789 penonton).

Demikian pula Assalamualaikum Beijing (AB), yang sejak dirilis pada 30 Desember, sudah mendatangkan 261.663 penonton sampai 4 Januari (catatan: pada hari pertama rilis hanya mendapat 74 layar).

Apa yang salah dari Supernova dan PTE? Bukankah dua film ini begitu ramai dibicarakan di media sosial jelang dan di awal penayangannya, ketimbang MR atau AB?

Antara Durasi, Long Weekend dan Nobar

Antara Durasi, Long Weekend dan Nobar

Sulit memang menebak selera penonton. Lagi-lagi pemain aktor-aktris terkenal tidak menjadi jaminan film meraih banyak penonton.

Ada beberapa kemungkinan yang membuat MR dan AB berhasil mengumpulkan penonton lebih cepat. Durasi Supernova yang panjang, membuat bioskop maksimal menayangkan empat show dalam sehari. Sementara MR dan AB, lima show.

MR dan AB rilis jelang long weekend. MR, sehari sebelum Natal; sementara AB dua hari sebelum tahun baru.

Promosi yang dilakukan MR dan AB, sepengamatan kami, jauh lebih kencang dibanding Supernova atau PTE. Sampai artikel ini dibuat (Selasa, 6 Januari), baik MR dan AB masih menggelar nonton bareng artis dan penulis di area Jakarta dan sekitarnya. Dalam sehari, bisa menjangkau tiga bioskop.

Selain pemeran dan sang Merry Riana asli, rumah produksi MD Entertainment bahkan mengerahkan artis-artis sinetronnya (yang tidak bermain di film MR), seperti Ririn Dwi Aryanti, Anggika Bolsterli, Andrew Andika dll, dalam kegiatan nonton bareng MR di berbagai bioskop di Jabodetabek.

Pertanyaannya, apakah dengan perolehan jumlah penonton film Desember 2014 yang terseok-seok ini, produser PH besar masih berebut mendapat slot rilis Desember untuk film-film jagoan mereka?

Penulis Panditio Rayendra
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.