Terbuai Pesona Shabbir Ahluwalia “Lonceng Cinta” di Jaipur India

Vallesca Souisa Monday, 17 April 2017
Tabloid Bintang mewawancarai Shabbir Ahluwalia di India

TABLOIDBINTANG.COM - Kabar baik bagi penggemar serial Lonceng Cinta. Idola Anda, Shabbir Ahluwalia (Abhi) akan tiba di Indonesia pekan ini. Kabar ini juga menjadi kabar baik bagi saya. Bagi saya, ini akan menjadi pertemuan kedua dengan Shabbir. Bulan lalu, saya sudah lebih dulu bertemu dengan Shabbir Ahluwalia di Jaipur India, bertepatan dengan HUT ANTV ke-24. Jujur, saya yang sudah mewawancarai puluhan bintang India sejak tahun 2014, sempat deg-degan mau bertemu Shabbir Ahluwalia. 

Bukan karena nge-fans. Saya takut kalau Shabbir Ahluwalia itu sosok yang galak dan sombong. Setiap kali saya melihat sosoknya di layar televisi, saya merasa dia garang. Enggak ganteng, tapi seram. Ini pendapat subyektif, sebelum bertemu dengannya. Lalu dengar-dengar, Shabbir itu bintang televisi top di India. Kesayangan ratu drama Ekta Kapoor dan desas-desusnya, permintaan atau raiders dia agak ribet. Jadinya saya deg-degan, atau lebih tepatnya takut bertemu dengannya.

Dia selalu dikelilingi oleh timnya dan selalu menjadi pusat perhatian. Setiap orang yang melihat Shabbir, selalu ingin berswafoto dengannnya. Begitu bekennya Shabbir Ahluwalia di India. Tibalah saya di depan Shabbir. Tinggi, bertubuh atletis, berkulit gelap, dan brewokan. Dia dalam situasi agak sibuk, mau fitting dan gladi resik. Manajernya mengatakan bahwa saya dari Tabloid Bintang Indonesia mau mewawancarainya. Dia bimbang antara mengiyakan wawancara saat itu juga atau tidak. Manajernya tiba-tiba memutuskan nanti saja.

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Tapi kemudian saya kaget, tiba-tiba Shabbir sendiri yang mendatangi saya dan bertanya, “Kamu memang butuh waktu berapa lama?” Saya katakan, tak lama, paling 10 sampai 15 menit. Lalu dia tersenyum, “Hanya 15 menit? Oh ya ampun, ya sudah ayo kita lakukan sekarang saja,” katanya ramah. “Ah, serius?” “Serius. Ayo naik ke kamarku saja,” ucap Shabbir. Kami naik lift bersama dengan Sriti Jha dan tim dia, menuju kamar Shabbir. Dia cukup banyak bicara. Bertanya-tanya tentang Indonesia. Bahkan bertanya tentang tabloid ini.

“Bin-tang. Bintang,” Shabbir mencoba mengeja nama tabloid ini dengan benar. “Ya, Bintang. Artinya Star, celebrity,” saya menjelaskan. Lalu dia tersenyum lebar, “Oh, nice,” katanya. Rasa tegang dan deg-degan mencair. Ia kemudian mempersilakan saya dan tim lain memasuki kamarnya. Untuk aktor sepopuler dirinya, berkarier sejak 1999 dan mengantongi 18 judul serial, Shabbir sangat rendah hati. Jauh dari desas-desus yang saya dengar menjelang keberangkatan ke India. Jauh juga dari penilaian saya sebelumnya.

Dia tidak keberatan menceritakan ulang perjalanan kariernya yang sudah dimulai sejak 18 tahun lalu. Bisa saja kan dia bilang, coba cek di google. Tapi dia menceritakannya dengan hangat. Dia yang menurut saya terlihat seram di televisi, kini di depan mata terlihat sangat ramah. Dia bicara tentang anak-anaknya, tentang istrinya dengan pancaran cinta yang mendalam. Saya terlena mendengar ceritanya, seperti dinina bobokan. Saking terlenanya, saya tak sadar, sesi wawancara telah berakhir. Saya hanya menatap dirinya. Tim dari ANTV yang mendampingi saya, sampai menyadarkan saya dari pengaruh sihir manja. “Mbak, difoto kali Shabbir-nya, masa dilihatin aja?”

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Luar biasa bikin hati malu dan kurasa pipi ini memerah. Belum pernah dalam sejarahnya, saya sampai bengong gini. Lalu kata saya pada Shabbir, “Kau tahu? Kalau melihatmu di televisi, saya pikir kamu menyeramkan. Jujur, mulanya saya seram melihatmu. Saya takut mau bertemu denganmu.” Shabbir tertawa, “Kenapa? Kenapa kau pikir saya menyeramkan?” “Entahlah. Itu hanya perasaan saya saja. Tapi setelah bertemu kamu langsung, kamu orang yang sangat hangat dan menyenangkan. Terima kasih telah meluangkan waktumu,” kata saya. “Ya tentu, dengan senang hati. Saya harap kamu tidak takut lagi pada saya.” “Enggak. Saya rasa, saya menyukaimu.” “Terima kasih.”

Sejak detik itu, saya yang tadinya tidak nge-fans dengan Shabbir, akhirnya jadi nge-fans. Yang tadinya tidak rutin menonton serialnya, kini jadi baper menonton serialnya. Dan mengetahui Shabbir akan datang ke Jakarta pada Jumat (21/4), saya ikut bahagia, karena artinya saya bisa bertemu dengannya lagi. Kalau saya saja terbuai dengan pesona Shabbir Ahluwalia, bagaimana dengan Anda fansnya? Apa yang akan Anda lakukan saat bertemu dengannya nanti? 

(val/yb)

Penulis Vallesca Souisa
Editor Suyanto Soemohardjo
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.