Muncul di Google Doodle, Seperti Ini Perjalanan Panjang Chrisye di Pentas Musik

Binsar Hutapea Senin, 16 September 2019 14:15:23
Perjalanan panjang Chrisye di pentas musik nasional dimulai dari sebuah langkah kecil. (Dok tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Google Doodle menampilkan sosok penyanyi Chrisye pada Senin 16 September ini yang merupakan hari lahir penyanyi bersuara khas. Adapun Chrisye wafat pada 30 Maret 2007 kerena penyakit kanker.  

Perjalanan panjang Chrisye di pentas musik nasional dimulai dari sebuah langkah kecil. Awalnya, minat Chrisye terhadap musik adalah hobi belaka. Menjelang lulus sekolah dasar, ia dibelikan gitar oleh kedua orang tuanya. "Saya lalu membeli buku yang berisi pelajaran teknik bermain gitar. Untuk latihan saya menirukan permainan gitar Les Paul yang saya dengarkan berulang-ulang lewat piringan hitam Ayah. Saya baru bisa bermain penuh sebuah lagu secara utuh justru lagu Indonesia. Judulnya 'Ayam Den Lapeh' yang dinyanyikan Nurseha," kata Chrisye dalam wawancara dengan Tabloid Bintang Indonesia pada 2004 lalu.

Sosok Chrisye muncul di Google Doodle. (Google)
Sosok Chrisye muncul di Google Doodle. (Google)

Tahun 1968, Chrisye bergabung dengan Sabda Nada Band yang digawangi Zulham Nasution, Gauri Nasution, Onan dan Tami. Di band ini Chrisye didaulat menjadi vokalis. Lagu yang dimainkan saat itu adalah lagu-lagu Top 40. "Saat itu saya harus bisa jadi siapa saja. Saat membawakan lagu The Beatles, saya harus bisa seperti John Lennon," tambahnya lagi. Setahun kemudian, Sabda Band berganti nama menjadi Gypsi Band. Alasannya, nama Sabda Band dianggap kurang komersil. Sepanjang tahun 1969 sampai 1970 band ini kerap manggung di kota-kota besar di Indonesia.

Lantaran kesibukan bermusik, kuliah Chrisye terbengkalai. Ia lalu meninggalkan cita-citanya menjadi arsitektur. Kuliahnya yang baru setahun di Fakultas Tekhnik, Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, ditinggalkan. Namun lantaran merasa tak enak dengan orangtuanya, ia kembali memutuskan kembali ke bangku kuliah. Kali ini ia memilih Akademi Perhotelan dan Pariwisata Trisakti. Tapi lagi-lagi Chrisye memutuskan cabut. Penyebabnya, ia ditawari main musik di Restoran Ramayana, di New York selama setahun. "Saat itu saya sempat kebingungan mana yang akan saya pilih. Kalau memilih kuliah berarti saya kehilangan kesempatan pergi ke New York, tapi kalau saya pilih ke New York kuliah saya akan keteteran," sambungnya lagi.

Chrisye (Dok tabloidbintang.com)
Chrisye (Dok tabloidbintang.com)

Setelah mendapat restu dari orang tua, Chrisye pergi ke kota bertajuk Big Apple itu tahun 1973. Di kota itu, ia sempat menonton pertunjukan Genesis dan band cadas Yes. Setahun kemudian, ia pulang kampung. Pulang dari sana, ia sempat vakum 4 bulan. Chrisye juga dihinggapi rasa bosan lantaran terus menerus memainkan lagu-lagu milik orang lain. Dalam kejenuhan, Chrisye kemudian bergabung dengan Pro's Band yang berpersonilkan Dimas Wahab, Broery Marantika, Pomo, Ronnie Makasutji dan Abadi Soesman. Bersama The Pro's, Chrisye kembali melanglang buana ke New York. Tahun 1975 karena kontrak dengan Ramayana habis, ia balik lagi ke Tanah Air. Pulang dari sana, ia kembali disergap rasa jenuh. "Lalu saya bertekad tak mau lagi memainkan lagu-lagu orang lain," paparnya. Ia lalu bertemu dengan Guruh Soekarnoputra. Guruh sudah dikenal Chrisye sejak tahun 1960-an.

Dengan Guruh, Chrisye banyak berdiskusi soal musik. Dari diskusi itu, terbesit keinginan bereksperimen menggabungkan musik barat dengan musik Bali. Keinginan itu lalu diwujudkan dengan membuat album bertajuk Guruh Gipsy. "Secara komersil album itu gagal. Hanya laku sekitar 10 ribu keping. Itu juga saya edarkan sendiri. Hasil penjualan ini tidak menutupi biaya pembuatannya. Tapi secara idealis bermusik, kami merasa sukses," tandasnya. Setelah album Guruh Gipsy, personil Gipsy jalan sendiri-sendiri. Saat tengah menganggur di rumah, ia ditawari ikut Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR). Ia disodori lagu "Lilin-Lilin Kecil" ciptaan James F. Sundah. Tak diduga, ternyata lagu itu menang. Kemudian bersama 9 lagu lainnya seperti Kidung dan Apatis. Dari sinilah Penggemar Eric Charman ini mulai dikenal luas. Tahun 1982, setelah memeluk agama Islam, di usia 33 tahun Chrisye memersunting kekasihnya, Yanti Noor. Sebelum menikah, Chrisye dan kekasihnya berpacaran selama 2 tahun. Dari pernikahan ini Chrisye dianugerahi 4 orang anak.

Menjadi penyanyi solo ternyata mendatangkan berkah luar biasa buat Chrisye. Albumnya, selalu mencetak prestasi yang mengagumkan. Tak hanya itu, ia juga kerap menerima penghargaan di berbagai ajang musik. Di samping keberhasilan dalam karier sebagai penyanyi, Chrisye pernah mencoba untuk tampil di layar perak, Seindah Rembulan bersama Iis Sugianto. Ia juga pernah menjadi bintang tamu dalam film Gita Cinta Dari SMA. Walau kerap tampil dilayar perak, Chrisye mengaku tidak pandai berakting dan bergaya. Videoklip Chrisye yang berjudul "Cintamu Telah Berlalu" merupakan videoklip artis Indonesia pertama yang ditayangkan di MTV. Tahun 1998, Chrisye mencetak prestasi internasional atas keberhasilan videoklip "Kala Cinta Menggoda"  meraih penghargaan di ajang MTV Video Music Award yang berlangsung di Los Angeles. Konser-konser Chrisye juga sangat diminati penonton. Misalnya, saat ia menggelar konser Dekade pada 2003 lalu. Tiket untuk konser ini sold out. Di konser itu, Chrisye melakukan sesuatu di luar kebiasaanya saat bernanyi, untuk pertama kalinya, Chrisye berjoget.

Chrisye (Dok tabloidbintang.com)
Chrisye (Dok tabloidbintang.com)

Puluhan tahun di dunia musik, bukan prestasi sembarangan. Apalagi prestasi itu diukir ditengah dominasi musisi-musisi muda. Apa sih rahasianya? "Setiap saat saya belajar. Saya tidak pernah merasa lebih dari orang lain, saya justru selalu merasa kurang dari orang lain," katanya merendah pada 2004 lalu. Uniknya, meski berstatus sebagai penyanyi legendaris, Chrisye mengaku tak pernah latihan vokal sama sekali. "Benar, dari dulu saya enggak pernah latihan vokal secara khusus. Sehari-harinya, saya juga tak pernah latihan vokal," tandas pria yang berulangtahun tiap tanggal 16 September ini.

Pada 2005, kesehatannya Chrisye memburuk. Ia kemudian dinyatakan menderita kanker paru-paru. Kesehatannya sempat membaik pada 2006. Namun awal 2007 kesehatannya kembali menurun. Pada Maret 2007, Chrisye meninggal dunia di rumahnya. 

Biodata:

Nama Lengkap : Chrismansyah Rahadi

Nama Beken : Chrisye

Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 16 September 1949

Agama : Islam

Nama Orangtua : Laurens Rahadi (ayah) dan Almarhumah. Hana (ibu)

Anak ke - dari - : 2 dari 3 bersaudara laki-laki

Pendidikan : - Lulus SMA tahun 1967

                       - Teknik  Arsitektur Thn. I (tidak tamat)

                       - APP Trisakti Thn. III (tidak tamat)

Istri : G.F Damayanti Noor di tahun 1982

Anak : - Anissa (perempuan), lahir tahun 1983

            - Risty (perempuan), lahir tahun 1986

            - Masha dan Pasha (kembar, keduanya laki-laki) lahir tahun 1989

Penghargaan: Selama kariernya di musik, Chrisye menerima sekitar 42 penghargaan

Band:

1. Sabda Nada 1968-1968

2. Gipsy Band 1969-1974

3. The Pro's 1974-1975

4. Badai Band 1979-1980

Album :

Jurang Pemisah (1977), Badai Pasti Berlalu (1977), Sabda Alam (1978), Percik Pesona (1979), Puspa Indah Taman Hati (1980), Pantulan Cinta (1981), Resesi (1983), Metropolitan (1984), Nona (1984), Sendiri (1985), Aku Cinta Dia (1986), Hip Hip Hura (1986), Nona Lisa (1987), Kisah Cintaku (1988), Pergilah Kasih (1989), Cintaku T'lah Berlalu (1991), Sendiri Lagi (1993), Akustichrisye (1996), Kala Cinta Menggoda (1997), Badai Pasti Berlalu (1999), Konser 2001 (2001), Dekade (2002), Senyawa, (2004)

Single :

Lilin-lilin Kecil (1976), Seindah Rembulan-duet dengan Iis Sugianto (1980), Kemesraan (1988), Hening (1989), Kesan di Matamu (1994)

Film :

Seindah Rembulan (1981), Gita Cinta dari SMA (1981)

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.