Habiskan Puluhan Miliar, Inilah 5 Video Klip Musik Termahal di Dunia

Binsar Hutapea Senin, 2 Desember 2019 10:30:23
Michael Jackson (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Video klip merupakan sarana bagi penyanyi atau band untuk mempromosikan lagunya. Agar mendapatkan video klip yang "wah", tak jarang digelontorkan uang dalam jumlah miliaran rupiah. Tentu saja, uang tersebut tak dikeluarkan oleh sang artis. Biaya pembuatan video klip biasanya menjadi tanggung jawab pihak perusahaan rekaman tempat si artis bernaung. Berikut adalah 7 video klip musik termahal di dunia seperti dilansir situs People.com.

5. “Black or White” - Michael Jackson (1991)

“Black or White” merupakan salah satu video klip yang ikonis di era 1990-an.  Selain Michael Jackson, video klip tersebut dibintangi supermodel Tyra Banks dan aktor cilik Macaulay Culkin. 

Total Biaya Pembuatan: 4 juta dolar AS atau 56,3 miliar rupiah.

4 & 3. “Bedtime Story” (1995) & “Express Yourself”- Madonna (1989)

Meski dirilis berbeda era, “Bedtime Story” dan “Express Yourself” biaya pembuatan video klip ini menelan biaya pembuatan yang serupa. 

Total Biaya Pembuatan: 5 juta dolar AS atau 70,3 miliar rupiah.

2. “Die Another Day” - Madonna (2002)

“Die Another Day” merupakan lagu tema film James Bond Die Another Day (2002). Di video klip “Die Another Day”, Madonna bertarung dengan dirinya sendiri. 

Total Biaya Pembuatan: 6,1 juta dolar AS atau 85,6 miliar rupiah.

1. “Scream” - Michael dan Janet Jackson (1995)

Duo kakak beradik Michael dan Janet Jackson tampil dalam video klip hitam putih bergaya futuristis di “Scream”. Video klip ini tercatat sebagai yang termahal di dunia. 

Total Biaya Pembuatan: 7 juta dolar AS atau 98,5 miliar rupiah.

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.