Sukses Film Susah Sinyal Ringankan Beban Ernest Prakasa di Milly & Mamet

Altov Johar Jumat, 13 Juli 2018 09:00:28
Sukses film Susah Sinyal membuat Ernest Prakasa lebih percaya diri. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nama besar Ada Apa Dengan Cinta (AADC) tidak membuat Ernest Prakasa ciut saat dipercaya menggarap film Milly & Mamet. Apalagi sekuel AADC menjadi jajaran film box office Indonesia, dengan raihan penonton 2,7 juta.

Dikatakan Ernest Prakasa, beban justru dirasakan saat dirinya membuat film Susah Sinyal. Kesuksesan Cek Toko Sebelah membuat Ernest stres berat. Bersyukur, film Susah Sinyal masih terbilang bagus.

"Setelah Susah Sinyal, ya walau enggak sesukses CTS (Cek Toko Sebelah) tapi bisa nembus angka 2 juta. Ya oke lah, sedikit banyak suksesnya Ssah Sinyal itu meringankan beban di Milly & Mamet ya," ungkap Ernest Prakasa di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

"Karena gue nonton AADC pas masih 20 tahun, ketima masih kuliah.dan sekarang harus bikin film di universenya AADC, wow," tambah Ernest.

Sebagai sutradara dan penulis skenario, Ernest Prakasa tak mematok target untuk film Milly & Mamet. Tugasnya di sini hanya untuk menggabungkan dua segmen, yakni para pecinta film AADC dengan mereka yang menikmati film-film besutannya.

"Bisa enggak kira-kira film ini menghibur keduanya. Bebannya lebih di beban estetika, melayani dua fans yang berbeda gitu. Orang-orang yang suka film komedi aku tidak merasa, ih kok sejak megang AADC begini sih, tidak merasa terasingkan. Bagi fans hardcore AADC juga tetap merasa ini film kita," tuturnya.

Saat ini film Milly & Mamet masih dalam tahap finalisasi lokasi, yang rencananya memilih sekitaran Jabodetabek. Untuk reading sendiri akan dilakukan pada awal Agustus 2018. Ernest Prakasa baru akan menjalani proses syuting pada akhir Agustus. 

(tov/ari)

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.