Mira Lesmana Bantah Tudingan Film Milly & Mamet Hanya untuk Mengetes Pasar

Wayan Diananto Rabu, 29 Agustus 2018 05:30:31
Mira Lesmana bantah tudingan film Milly & Mamet hanya untuk mengetes pasar. (Foto: Dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Produser Mira Lesmana (54) mendukung Ernest Prakasa menggarap film Milly & Mamet, sempalan dari Ada Apa Dengan Cinta? Film Milly & Mamet yang dibintangi Sissy Prescillia dan Dennis Adhiswara itu dijadwalkan tayang pada Desember 2018. Mira Lesmana menyebut ide membuat film untuk salah satu anggota geng Cinta muncul saat memproduksi Ada Apa Dengan Cinta 2.

Lahirnya proyek Milly & Mamet memicu sejumlah spekulasi. Salah satunya, menyebut Milly & Mamet hanya untuk mengetes pasar. Jika sukses, akan ada sekuel atau sempalan lain. "Ini bukan tes pasar. Sejak awal kami merasa sangat mungkin AADC? dibuatkan film per karakter. Sempalan biasanya dibuat oleh film aksi pahlawan super. Ini kali pertama kami membuat spin-off film drama," urai Mira Lesmana kepada tabloidbintang.com di Jakarta Selatan, pekan ini.

Mira Lesmana menambahkan sangat mungkin ke depan muncul sempalan yang mengisahkan perjalanan hidup Karmen, Alya, dan Maura. Namun alasan utama Milly & Mamet dibuatkan film sendiri adalah, kedua karakter ini layak mendapat ruang yang lebih leluasa. Dan Ernest Prakasa orang yang tepat untuk menggarap proyek ini.

"Saya dan Riri Riza penggemar berat Ernest. Saya senang Milly dan Mamet akhirnya mendapat ruang di depan, di bawah sorot lampu. Sejak muncul di Ada Apa Dengan Cinta? dan sekuelnya, kedua tokoh ini memang scene stealer. Masalahnya, karena bukan karakter utama, ada beberapa adegan yang sebenarnya lucu banget terpaksa dibuang," sambung Mira Lesmana.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.