Alasan Aktris Malaysia Kaka Azraff Senang Kerja Sama dengan Pemain Indonesia

Wayan Diananto Jumat, 7 Desember 2018 04:30:31
Kaka Azraff saat mengunjugi kantor tabloidbintang.com. (Foto: Markuat)

TABLOIDBINTANG.COM - Aktris dan penyanyi Malaysia, Kaka Azraff (29) memperkenalkan film anyar, Zhafra. Dalam film itu ia beradu peran dengan Donny Alamsyah dan Shelomita. Kaka Azraff mengaku senang bisa bekerja sama dengan seniman Indonesia. Ia baru tahu, di Indonesia, banyak aktor legendaris yang lahir dari pertunjukan teater seperti Jajang C. Noer, Slamet Rahardjo, dan Tuty Indra Malaon.

"Sama seperti saya kali pertama mengenal seni peran lewat pertunjukan teater di sekolah. Semoga kelak saya bisa sebesar aktor-aktris Indonesia yang legendaris itu. Kalau diajak syuting di Indonesia lagi, saya mau! Saya senang bekerja sama dengan pemain dan kru Indonesia. Mereka mengajari saya, tidak ragu memberi tahu posisi yang benar, itu membuat saya makin memahami seni peran," cerita Kaka Azraff dalam sesi wawancara empat mata dengan tabloidbintang.com.

Kaka Azraff menjelaskan, Zhafra film tentang anak yang kehilangan ayahnya sejak kecil. Ia terkoneksi dengan kisah ini karena merasa senasib. Ayah Kaka Azraff meninggal saat ia masih kecil. Beranjak remaja, Zhafra dalam film digambarkan menjadi gadis yang suka memberontak sementara Kaka Azraff ketika remaja lebih tomboi. Di sisi lain, ia memiliki hati yang lembut.

"Ceritanya diwarnai kegembiraan, amarah, tema agama, cinta, dan persahabatan. Tema yang sangat dekat dengan penonton. Memainkan karakter Zhafra mengingatkan saya akan masa kecil. Saya kehilangan ayah saat usia 10 tahun. Beliau meninggal karena sakit ginjal. Hingga usia 16 tahun, saya sangat tomboi. Syuting film ini benar-benar membawa saya ke masa kecil," ungkap Kaka Azraff di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.