Presiden Jokowi Alasan Judas Priest Mau Datang ke Idonesia

Supriyanto Jumat, 7 Desember 2018 08:15:34
Judas Priest akan tampil di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (7/12) malam. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Judas Priest, grup band legendaris asal Inggris, akan tampil di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (7/12) malam.

Band yang digawangi oleh Rob Halford (vokal), Andy Sneap (gitar), Richie Faulkner (gitar), Ian Hill (base), dan Scott Travis (drum), itu mengundang Presiden Jokowi hadir menyaksikan mereka tampil.

Rob Halford mengetahui bahwa Jokowi adalah penggemar musik cadas. Oleh karena itu, Rob cs sangat mengharapkan kehadiran Jokowi di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara besok.

Judas Priest (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Judas Priest (Supriyanto/tabloidbintang.com)

"Itu bakal jadi sangat luar biasa karena kami tahu presiden kalian juga seorang penggemar berat musik heavy metal. Akan menjadi sangat fantastis dan kami harap beliau bisa hadir esok hari. Ini akan menjadi sebuah kehormatan bagi kami," ungkap Rob Halford, dalam konferensi pers Judas Priest Live ini Concert di Hatd Rock Cafe, Jakarta, Kamis (6/12).

Rob juga memberi apresiasi kepada penyelenggara yang mau bersusah payah menghubunginya untuk konser di Jakarta. Jokowi sebagai seorang penggemar musik metal merupakan salah satu alasan mengapa Judas Priest memasukkan Indonesia dalam rangkaian world tour 2018.

"Kami tidak akan sampai sini jika tidak ada undangan dari promotor dan karena para heavy metal maniac, yang sangat menentukan momen ini bisa terjadi sehingga kami kemari. Dan yang paling spesial adalah presiden Anda yang merupakan seorang heavy metal maniac. Jadi itu adalah kombinasi dari ketiganya ini," pungkas Rob Halford.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.