Catatan Garin Nugroho dan Rayya Makarim dari Festival Film Tempo 2018

Wayan Diananto Minggu, 16 Desember 2018 13:00:16
Garin Nugroho dan Rayya Makarim mendapatkan penghargaan pada Festival Film Tempo 2018 (Seno Susanto)

TABLOIDBINTANG.COM - “Kalau saya berdiri sendiri, tidak di dalam ekosistem yang baik, yang banyak pohon-pohon berkualitas baik, saya tidak akan tumbuh. Ravi Bharwani (sutradara film 27 Steps of May -red.) salah satu favorit saya. Sejak awal Festival Film Tempo, saya berdampingan dengan sineas muda seperti Yosep Anggi Noen, Teddy Soeriaatmadja, Riri Riza, Kamila Andini, Molly Surya, dan lain-lain. Saya tumbuh di hutan penciptaan karya seni,” tutur Garin Nugroho (57) usai menerima Piala Sutradara Pilihan Tempo 2018 pada malam puncak Festival Film Tempo (FFT) 2018. 

Malam puncak FFT 2018 digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, pekan lalu. Garin menerima penghargaan itu lewat karya terbarunya, Kucumbu Tubuh Indahku. Ini penghargaan di bidang penyutradaraan pertama dalam sejarah karier sineas kelahiran 6 Juni ini. 

“Biasanya, orang-orang bercanda begini, 'Mas Garin meski filmnya sebagus apapun enggak pernah menang (kategori Sutradara Terbaik) bahkan di FFI.' Saya berkarier selama 27 tahun. Dari 62 penghargaan level nasional maupun internasional yang saya terima, ini piala pertama kategori penyutradaraan. Anda akan merasa bahagia jika dihargai di rumah sendiri,” Garin menukas.

Selain menang kategori Sutradara Pilihan Tempo, Kucumbu Tubuh Indahku meraih piala Film Pilihan Tempo 2018. Film lain yang membawa pulang dua piala yakni, 27 Steps of May yakni, Skenario Pilihan Tempo (Rayya Makarim) dan Aktris Pilihan Tempo (Raihaanun). Rayya berterima kasih atas apresiasi dari FFT. Naskah 27 Steps of May, kata Rayya, melewati proses panjang. 

“Di awal pengolahan, waktu masih berbentuk sinopsis, karakter utamanya gadis tionghoa yang diperkosa, berubah menjadi gadis yang dilecehkan bapaknya sendiri, lalu berubah lagi dan lagi. Film ini bukan soal perkosaan tapi bagaimana perempuan bangkit dari trauma. Awalnya film ini hendak diberi judul May. Karena sudah ada film Indonesia berjudul May (Viva Westi, 2008) yang dibintangi Jenny Chang dan Yama Carlos, maka kami ganti,” beber Rayya.

Diakui Rayya, FFT membuat wajah festival film di Tanah Air makin beragam. Festival film yang beragam berdampak positif untuk para pembuat film. Pekerja seni layar lebar kini mendapat banyak ruang alternatif untuk mempresentasikan film mereka. 

“Selain itu, festival ini memberi tahu masyarakat bahwa film enggak hanya yang tayang di bioskop. Beberapa film yang ditayangkan di ruang putar independen juga layak diapresiasi. Saya percaya FFT ikut membentuk selera film masyarakat. Perlahan, genre film semakin beragam dan membesarkan segmen-segmen yang selama ini belum tersentuh,” harap Rayya. 

Garin menambahkan, “Cukup tidak terduga penghargaan ini. Saya persembahkan piala ini untuk istri, anak, dan cucu-cucu saya. Tempo memberikan catatan yang jarang dilihat oleh media lain terutama ketika saya merilis film Opera Jawa dan Puisi Tak Terkuburkan. Lalu Puisi Tak Terkuburkan menjadi salah satu film terbaik se-Asia pada masanya. Saya berharap keragaman film Indonesia tumbuh bersama pola pikir penonton yang makin dewasa. Selamat untuk Tempo, yang memiliki keberanian untuk memberikan ruang alternatif bagi film Indonesia.”

Berikut daftar pemenang Festival Film Tempo 2018:
- Aktris Pendukung Pilihan Tempo: Tutie Kirana (Ave Maryam) 
- Aktor Pendukung Pilihan Tempo: Yayu Unru (Menunggu Pagi)
- Pemain Anak Pilihan Tempo: Fatih Unru (Petualangan Menangkap Petir)
- Aktor Pilihan Tempo: Gading Marten (Love For Sale)
- Aktris Pilihan Tempo: Raihaanun (27 Steps of May)
- Skenario Pilihan Tempo: Rayya Makarim (27 Steps of May)
- Sutradara Pilihan Tempo: Garin Nugroho (Kucumbu Tubuh Indahku) 
- Film Pilihan Tempo: Kucumbu Tubuh Indahku (Fourcolors Films, Go-Studio)
 

(wyn / gur)

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.