Putri Ayudya: Sebuah Peran Harus Menantang dan Konten Ceritanya Mengena di Hati

Wayan Diananto Minggu, 13 Januari 2019 10:30:00
Putri Ayudya pertama kalinya meraih nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik. (Dok. Bambang Setiawan)

TABLOIDBINTANG.COM - Festival Film Indonesia (FFI) 2018 salah satu momen tak terlupakan buat Putri Ayudya. Untuk kali pertama, ia meraih nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat tokoh Sri di film Kafir: Bersekutu dengan Setan.

Sri janda dua anak. Suaminya meninggal setelah muntah darah bercampur beling. Adegan Sri bertamu ke kediaman dukun Jarwo lalu rumah sang dukun terbakar dieksekusi Putri  Ayudya dengan dramatis.

Adegan itu diakhiri dengan Sri pulang ke rumah, bersandar di pintu, lalu menangis. Rambutnya acak-acakan, mukanya berlumur darah. Putri Ayudya dinilai mampu membawakan tokoh Sri yang depresif, putus asa, dan berada di ambang kewarasan akibat guna-guna.

“Saya bersyukur sekali dengan penilaian itu. Memang kesan depresif itu yang ingin saya munculkan di layar. Mendapat nominasi FFI, artinya performa saya diapresiasi masyarakat dan juri. Itu menguatkan komitmen saya untuk terus selektif memilih peran. Kuncinya, sebuah peran harus menantang dan konten ceritanya mengena di hati saya,” pungkas dia.

(wyn / gur)

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.