Jawaban Nirina Saat Si Sulung Protes Fotonya Tak Ada di Poster Keluarga Cemara

Wayan Diananto Minggu, 27 Januari 2019 18:30:20
Film Keluarga Cemara menembus 1 juta penonton membuat Nirina Zubir sangat senang. (Dok. Bambang Setiawan)

TABLOIDBINTANG.COM - Keluarga Cemara menjadi film Indonesia pertama yang menembus sejuta penonton tahun ini. Film ini diangkat dari serial televisi fenomenal buatan budayawan Arswendo Atmowiloto.

Dalam film karya sineas Yandy Laurens itu, Nirina Zubir (38) berperan sebagai Emak sementara Ringgo Agus Rahman menjadi Abah. Yang menarik, putri sulung Nirina, Zivara Ruciragati Syarif, juga tampil. Ia memerankan Fina, putri Tante Pressier (Maudy Koesnaedi).

Kisah Zizi, demikian Zivara disapa, main film bermula ketika ia menemani Nirina reading. Kala itu, ia bertanya kepada kru apa yang sedang dilakukan ibunya bersama para pemain lain. Diam-diam Zizi menyatakan keinginannya terlibat dalam proyek Keluarga Cemara. Setelah diaudisi, Zizi dinyatakan layak memerankan putri semata wayang Tante Pressier. Pihak rumah produksi Visinema mengabari Nirina. Mantan VJ MTV ini kaget.

“Saya berkomitmen untuk mendukung minat dan bakat anak-anak. Akhirnya, saya izinkan. Adegannya pun enggak banyak sehingga tidak mengganggu kegiatan sekolah,” beri tahu Nirina kepada Bintang di Jakarta Selatan, minggu lalu.

Sang putri Nirina menanyakan keberadaannya ketika dirinya tidak ada di dalam poster film Keluarga Cemara. (Dok. Bambang Setiawan)
Sang putri Nirina menanyakan keberadaannya ketika dirinya tidak ada di dalam poster film Keluarga Cemara. (Dok. Bambang Setiawan)

Saat Keluarga Cemara dirilis di bioskop, Zizi mempertanyakan poster filmnya. “Mami mengapa muka aku enggak ada di poster dan namaku ditulis kecil?” tanya Zizi, kala itu. Mendengar pertanyaan si sulung, Nirina tersenyum.

“Saya bilang kepadanya, pelan-pelan. Porsi peran Zizi, kan baru sedikit. Nanti kalau Zizi mainnya lebih bagus dan lebih bisa berakting lagi, Zizi mukanya bisa muncul di poster. Nama Zizi dipasang di atas,” Nyonya Ernest Fardiyan Syarif mengenang. Lewat momen sederhana ini Nirina mengajarkan penting berproses selangkah demi selangkah. 

(wyn / gur)


Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore