Dituding Kekurangan Ide karena Mengadaptasi Film Korea, Ini Kata Mira Lesmana

Wayan Diananto Senin, 25 Maret 2019 10:00:00
Dituding Kekurangan Ide karena Mengadaptasi Film Korea, Ini Kata Mira Lesmana (Ryan / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Film Bebas menambah panjang daftar film Indonesia yang mengimpor cerita dari Negeri Ginseng.

Sebelumnya, ada Sweet 20 yang diadaptasi dari film Miss Granny. Sweet 20 yang dirilis pada 2017 menyerap sejuta penonton lebih.

Akhir tahun lalu, produser Manoj Punjabi memproduksi Sunyi yang diadaptasi dari film horor laris Korea Selatan, Whispering Corridors. 

Dituding kering ide cerita asli, Mira Lesmana membantah. Para pekerja seni, kata dia, menjajaki berbagai kemungkinan di tengah meningkatnya produksi film lokal. Salah satu kemungkinan itu, mencari ide dengan mengadaptasi secara resmi film asing.

Dituding Kekurangan Ide karena Mengadaptasi Film Korea, Ini Kata Mira Lesmana (Seno/ tabloidbintang.com)
Dituding Kekurangan Ide karena Mengadaptasi Film Korea, Ini Kata Mira Lesmana (Seno/ tabloidbintang.com)

Korea Selatan salah satu pemimpin pasar hiburan di Asia. Ide cerita para sineas Korea menarik, alurnya tidak terduga, punya basis penggemar yang kuat, dan jadi ikon budaya pop Asia. Hampir tiap tahun Mira terbang ke sana, khususnya ke Busan.

“Beberapa film saya lolos seleksi Festival Film Internasional Busan. Di sana, kami bertemu banyak sineas salah satunya perwakilan CJ Entertainment. Mereka mengagumi Ada Apa dengan Cinta? lalu memberikan DVD film Sunny ke saya. Setelah menonton, saya dan Riri menyimpulkan, Sunny harus ada versi Indonesianya dan harus kami yang membuat,” cerita Mira.

(wyn / gur)
 

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.