Hengkang dari Sabyan Gambus, Anisa Rahman Bentuk Grup Not 7

Altov Johar Selasa, 4 Juni 2019 10:00:23
Anisa Rahman mengundurkan diri dar grup Sabyan Gambus. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Anisa Rahman mengundurkan diri dar grup Sabyan Gambus. Dia mengaku ingin mengeksplor lebih dalam kemampuannya bermusik. Bersama teman-temannya Anisa membentuk grup Not 7.

Anisa Rahman menjelaskan pemilihan nama Not 7 sebagai identitas grup barunya. Saat ini sudah ada satu lagu baru yang akan mereka rilis tepat di Hari Raya Idul Fitri.

"Not itu kan kita anak musik, jadi not. Sementara 7 menurut manusia kayak angka keberuntungan. Di Islam juga 7 itu istimewa. Surat Alfatihah ayatnya ada 7, jadi kayak angka keberuntungan buat kita," ujar Anisa Rahman di Kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (2/6) malam.

Anisa Rahman mengundurkan diri dar grup Sabyan Gambus. (Altov/tabloidbintang.com)
Anisa Rahman mengundurkan diri dar grup Sabyan Gambus. (Altov/tabloidbintang.com)

Anisa optimis bersama grup barunya itu. Apalagi selama ini ia mendapat banyak dukungan untuk menunjukkan kemampuannya bermusik. Dikatakan Anisa, Not 7 terdiri dari 5 personel.

"Yang berbeda mungkin musiknya, lebih wah. Kita bisa melow, beat, tapi lebih wah lah kayak musikal gitu. Aku optimis Karena banyak yang dukung, ayo kamu juga bisa. Kamu harus banyak mengeksplore," ungkapnya.

Kendati demikian, Anisa membantah jika Not 7 dibentuk untuk menjadi tandingan bagi Sabyan Gambus. Sebab kedua grup ini sama-sama berkontribusi menyiarkan shalawat.

"Dukung kita juga untuk sama-sama berkarya dan berkontribusi dalam syiar salawat, dan semoga karya-karya aku bisa diterima," ucap Anisa Rahman. 

(tov/ari)
 

Penulis Altov Johar
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.