Kata Produser Terkait Keputusan Irfan Hakim Mundur dari Siraman Qolbu

Altov Johar Selasa, 11 Juni 2019 19:00:23
Irfan Hakim memutuskan mundur dari program Siraman Qolbu MNCTV. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Irfan Hakim memutuskan mundur dari program Siraman Qolbu MNCTV. Keputusan ini cukup mengejutkan setelah delapan bulan bersama Ustadz Dhanu membesarkan program pagi yang tayang setiap hari itu.

Melalui akun YouTube-nya, Irfan Hakim memperlihatkan momen berpamitan dengan Ustadz Dhanu dan para penonton Siraman Qolbu.

Devi, produser Siraman Qolbu pun angkat bicara terkait keputusan Irfan Hakim mengundurkan diri dari program tersebut. Pasalnya Irfan Hakim ingin punya banyak waktu dengan keluarga, setelah istrinya melahirkan anak kelima.

Program Siraman Qolbu (Seno/tabloidbintang.com)
Program Siraman Qolbu (Seno/tabloidbintang.com)

"Dia lagi rehat aja kok, karena Mbak Dela lahiran. Sejauh ini masih rehat dulu," jelas Devi, produser Siraman Qolbu, kepada tabloidbintang.com, Selasa (11/6).

Menurut Devi, bukan tidak mungkin Irfan Hakim akan kembali memandu program Siraman Qolbu. Semua menunggu kondisi Irfan Hakim mengingat saat ini masih repot mengurus keluarga. Per bulan ini Irfan Hakim tak lagi memandu Siraman Qolbu.

"Per bulan ini (rehat). Nah baliknya nunggu kondisinya udah memungkinkan aja dari Aa Irfannya. Masih repot soalnya kan," pungkas Devi.

Siraman Qolbu merupakan program yang ditayangkan di MNCTV setiap hari pukul 05:00 - 06:30 WIB (Senin-Jumat) dan 05:30 - 06:30 WIB (Sabtu-Minggu). Program yang dipandu Irfan Hakim dan Ustadz Dhanu ini tidak hanya memberikan tausiyah, tetapi juga solusi pengobatan kepada jamaah yang mengalami masalah kesehatan nonmedis.

(tov/bin)

Penulis Altov Johar
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.