Hamil Duluan, Angga Yunanda - Zara JKT48 Terpaksa Menikah

Abdul Rahman Syaukani Jumat, 28 Juni 2019 17:45:54
Angga Yunanda (Bambang Setiawan / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Angga Yunanda dan Zara JKT48 menjadi pasangan yang menikah di usia yang masih sangat muda. Bukan di kehidupan nyata, melainkan dalam film terbaru mereka berjudul Dua Garis Biru.

 

Bima yang diperankan Angga dan Dara yang dimainkan Zara menikah setelah melakukan hubungan intim dan hamil. Film ini menarik karena memuat tema tentang pendidikan seks.

Zara mengungkapkan, dirinya sempat tidak kepikiran akan memainkan peran sebagai Dara ketika ditawari untuk bermain di film sutradara Gina S. Noer. Sebab Zara merasa usianya masih terlalu muda untuk memainkan peran anak remaja.

Dua garis Biru (Rahman / tabloidbintang.com)
Dua garis Biru (Rahman / tabloidbintang.com)

"Aku merasa kayak enggak mungkin jadi Dara, pasti aku jadi adiknya Dara. Karena Dara kan usianya 17 tahun. Aku sempat minder karena aku pendek," ucap Zara saat ditemui di bilangan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/6).

Angga Yunanda dan Zara JKT48 kompak mengaku memiliki pengetahuan baru tentang pendidikan seks setelah membintangi film Dua Garis Biru.

"Buat aku pribadi banyak belajar. Dari yang sebelumnya enggak tahu, jadi tahu. Makin menghargai diri sendiri, semakin tahu batasan diri, dan jangan sampai ambil suatu hal yang salah,” ungkap Angga.

"Pendidikan seks harus diajarkan sedini mungkin. Jangan sampai mereka tahu sendiri dan akhirnya malah jadi salah,” timpal Zara.

Zara JKT48 bersama sutradara Dua Garis Biru, Gina S Noer (INstagram)
Zara JKT48 bersama sutradara Dua Garis Biru, Gina S Noer (INstagram)

( man / ray )

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.