Konser Jikustik Reunian di Jakarta, Penuh Guyonan dan Menguras Kenangan

Supriyanto Sabtu, 20 Juli 2019 23:00:16
Konser Jukustik Reunian. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Akhirnya yang ditunggu terjadi juga. Setelah sempat ditunda akhirnya promotor Rajawali Indonesia menggelar konser 'Jikustik Reunian' di Jakarta setelah sebelumnya menuai sukses di kota kelahiran band tersebut, Yogyakarta. Konser pun berbalut guyonan hangat dan kenangan indah.

Bila mengingat sejarahnya, Pongki Barata (eks vokalis) dan Aji Mirza Hakim alias Icha (eks bassis) meninggalkan Jikustik hampir sekitar 10 tahun lalu. Sejak itulah Jikustik terus berjalan dengan menggaet vokalis baru Brian Prasetyoadi. Pongki dan Icha sibuk dengan proyek bermusik dan bisnis masing-masing.

Perpisahan mereka memang boleh dibilang kurang baik. Hingga menyatukan Jikustik ke formasi lama nyaris dikatakan mustahil. Tapi apa yang berhasil dihadirkan sang promotor sungguh membuat haru. Lagu-lagu lawas Jikustik dibawakan oleh personel lamanya.

Konser Jukustik Reunian. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Konser Jukustik Reunian. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

Konser yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta pada Jumat (19/7) itu dimulai sekitar pukul 20.33 WIB. Dibuka dengan ucapan "maaf" dari masing-masing personel di layar panggung. Hingga satu-satu Dadik (gitar), Adit (keyboard), Carlo (drum), Pongki (gitar) dan Icha (bass) menempati posisinya.

Lagu 'Maaf' terlantunkan dengan sangat sempurna mulai membuka lembaran kenangan perjalanan panjang yang dilalui Jikustik. Sebuah pesan besar yang menjadi alasan konser bisa terselenggara karena personelnya sudah saling memaafkan. Total Jikustik membawakan 20 lagu pilihan mereka.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.