Ali Syakieb Dapat Pemahaman Baru tentang Salat dari Film Makmum

Ari Kurniawan Rabu, 7 Agustus 2019 07:15:43
Ali Syakieb bintangi film horor berjudul Makmum. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Film horor berjudul Makmum siap tayang mulai 15 Agustus 2019. Diklaim berbeda dari horor kebanyakan, film ini menyuguhkan ide cerita yang cukup unik.

Salah satunya soal menguji kekhyusukan muslim yang sedang melakukan salat. Sebagai pemain, Ali Syakieb mengaku antusias menantikan penayangan filmnya. 

"Ini pertama kali saya membintangi film horor. Sangat intens sekali rasanya, karena ceritanya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai muslim kan saya salat minimal yang wajib lima hari sekali. Jadi pas main film ini langsung mempertanyakan apakah salat saya selama ini sudah khusyuk?” ujar Ali Syakieb beberapa waktu lalu. 

Ali Syakieb bintangi film horor berjudul Makmum. (Seno/tabloidbintang.com)
Ali Syakieb bintangi film horor berjudul Makmum. (Seno/tabloidbintang.com)

Penulis skenario Riza Pahlevi ingin mengingatkan banyak orang agar beribadah dengan serius, tanpa teralihkan dengan apapun yang ada di sekitar. 

“Peran saya sebagai ustadz Ganda jadi perlu mendalami gangguan-gangguan yang mungkin muncul saat salat. Bahkan saya juga belajar rukyah sebelum syuting untuk menambah referensi peran saya,” katanya. 

“Kita kalau sudah takbir, memulai salat seharusnya hati, jiwa, dan raga kita tunduk sama Allah. Gangguan apapun tak akan membuat salat kita goyah. Pesan persabahatan juga kental pada karakter-karakter penghuni asrama di film Makmum ini,” ujar Titi Kamal, yang juga bermain di film Makmum.

Ali Syakieb bintangi film horor berjudul Makmum. (Seno/tabloidbintang.com)
Ali Syakieb bintangi film horor berjudul Makmum. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.