Bahasa Sastra Menjadi Kesulitan Adipati Dolken dalam Film Perburuan

Christiya Dika Handayani Senin, 12 Agustus 2019 02:00:30
Adipati Dolken (Ari Kurnia / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Adipati Dolken berhasil memerankan karakter Hardo di film Perburuan yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer atau yang disapa Pram. Meski sukses memainkan karakternya, rupanya Adipati sempat mengalami kesulitan terkait bahasa sastra yang digunakan di dalam film ini.

"Tantangannya itu, dialog-dialognya berat ya. Kita ngomongin sastra, ideologi-ideologi Pak Pram itu ada di dialog film ini semua. Dialognya tuh bisa sampai 13 lembar sesuai dengan apa yang ada di situ (buku). Itu tantangan paling berat," ungkap Adipati Dolken usai jumpa pers di Hotel Majapahit, Surabaya, Sabtu (10/8).

Sebagai pemain utama, Adipati mengaku mendapat banyak hal didapatnya dari karakter Hardo ini, terlebih soal memperjuangkan sesuatu yang diyakini. Mantan kekasih Vanesha Prescilla ini pun berharap film Perburuan ini bisa membuat masyarakat lebih mencintai sastra terlebih karya Pramoedya Ananta Toer.

Adipati Dolken saat di Surabaya
Adipati Dolken saat di Surabaya

"Menurut gue, kalau elu punya ideologi yang benar, elu patut perjuangkan dan pasti dalam waktu yang tepat itu akan terjadi," sambungnya.

"Semoga film ini bisa diterima di masyarakat. Film ini kita ngomongin sastra dan semoga kita bisa mencintai karya-karyanya," pungkas Adipati Dolken.

Film arahan sutradara Richard Oh ini, akan mulai tayang serentak di bioskop pada 15 Agustus 2019. Selain Perburuan, di hari yang sama film yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer lainnya yakni Bumi Manusia juga akan tayang perdana.

(dika / ray)

Penulis Christiya Dika Handayani
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.