Joko Anwar Bikin Cuitan Bubarkan KPI, Begini Komentar Wakil Ketua KPI

Supriyanto Kamis, 19 September 2019 13:45:23
Joko Anwar menyerukan bubarkan KPI. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) buka suara soal kicauan Joko Anwar di Twitter yang membuat tagar #bubarkankpi karena kecewa promo film Gundala dikenakan sanksi.

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo mengatakan sudah biasa lembaga pemerintahan dikritik. Namun menurut Mulyo, Joko Anwar harusnya bisa melihat dan mencerna sanksi yang dikeluarkan oleh KPI.

"Kalau lembaga negara dikata-katakai seperti itu toh sudah biasa, kayak KPAI kemarin. Tapi nangkap-nya terlalu cepat. Harusnya dicerna dan diresapi dengan baik," ungkap Mulyo Hadi Purnomo saat dihubungi wartawan lewat telpon, Kamis (19/9).

Mulyo Hadi menjelaskan, sanksi yang dikeluarkan untuk kartun Spongebob dan film Gundala sudah berdasarkan diskusi matang.

"Seperti halnya Spongebob, kan ada adegan kekerasan. Diketuk pakai palu dan lain-lain. Sementara soal Gundala itu, 'bangsaaaat' memang artinya beberapa. Kalau kita memaknai itu kan harus juga berdasarkan intonasinya seperti apa, konteksnya seperti apa, itu kemudian menjadi lebih jelas," beber Mulyo Hadi Purnomo.

"Kalau kemudian kita hanya bicara kata bangsat itu kan artinya seperti yang disampaikan Joko Anwar itu kan yang sesuai KBBI," tambah Mulyo Hadi Purnomo.

Meski dinilai ada salah paham, Mulyo mewakili KPI berharap masyarakat bisa mencermati keputusannya. "Saya sendiri berharap semua dicermati. Kami juga tidak membela diri habis-habisan, mungkin karena ada salah persepsi dalam menangkap sanksi," pungkas Mulyo Hadi Purnomo.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.