Kisah KKN di Desa Penari Diangkat ke Layar Lebar, Tayang 2020

Supriyanto Selasa, 24 September 2019 14:30:06
Manoj Punjabi siap produseri KKN di Desa Penari

TABLOIDBINTANG.COM - Cerita horor KKN di Desa Penari yang sempat viral di Twitter diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi MD Pictures.

Manoj Punjabi, produser MD Pictures mengungkap, besarnya rasa penasaran publik membuatnya tertarik untuk membuat KKN di Desa Penari menjadi sebuah film.

Ketika heboh di Twitter, apakah cerita tersebut berdasar kisah nyata atau dibuat-buat, Manoj pun menghubungi penulis serangkaian cerita KKN di Desa Penari.

"Ini nyata. Saya sendiri tanya dengan investigasi diri saya ini benar apa nggak? pertanyaan saya kalau ini benar luar biasa. Ketemu orangnya lebih menarik banget dan saya percaya ini wahh," ungkap Manoj Punjabi di Akira Back, MD Place, Setiabudi, Jakarta Pusat, Selasa (24/9).

Manoj menerangkan, ketika bertemu dengan tim KKN di Desa Penari, pihak MD Pictures sudah mendapat kemudahan skenario untuk divisualisasikan.

"Ini interaktif sama fans, mereka sangat tertarik sekali dan bayangan saya kalau mau dapet buku, minimal setahun jadi script tapi ini sangat smooth," terang Manoj Punjabi.

Film KKN di Desa Penari masih dalam tahap pematangan dan jika tak ada aral melintang, film yang diangkat dari kisah nyata itu akan tayang pada awal 2020 mendatang.

"Targetnya awal 2020, ini saya mau kejar. Saya sangat excited, biasanya kalau dapat buku ini berpotensi. Simpleman (penulis cerita di Twitter) pintar dia source cerita nyata. Saya confirm ini cerita nyata, ini kan believe or not, saya believe. Saya juga tanya prosesnya dan dia itu cerita ini dapet dari source dan ngobrol," pungkas Manoj Punjabi.

(pri / ray)

Penulis Supriyanto
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.