Film Horas Amang Dipuji Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak

Ari Kurniawan Sabtu, 5 Oktober 2019 19:00:02
Tanta Gintin dan Cok Simbara di film Horas Amang: Tiga Bulan untuk Selamanya. (Ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Film Horas Amang: Tiga Bulan untuk Selamanya mendapat pujian dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirat. Menurut Arist, film yang mengangkat tema dan kultur Batak ini sangat layak jadi tontonan keluarga. 

"Saat saya menonton itu saya teringat kembali bahwa ini tontonan yang patut disaksikan oleh semua kalangan. Karena film ini menceritakan situasional yang saat ini terjadi," kata Arist Merdeka Sirait.

"Runtuhnya ketahanan keluarga karena nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai sosial itu sudah tergerus. Jadi dalam situasi sekarang ini patut dan layak ditonton untuk mengembalikan fungsi keluarga. Untuk membangun peradaban gitu loh," sambungnya.

Menurut Arist, film Horas Amang mengandung banyak pelajaran. Salah satunya mengajarkan masyarakat untuk tidak lepas dari budaya.

"Apalagi ini di era teknologi yang serba instan. Patut dan layak ditonton karena membangun kesadaran dan ketahanan keluarga yang sudah hancur," katanya.

Film Horas Amang: Tiga Bulan untuk Selamanya diangkat dari pertunjukan panggung berjudul sama. Film karya Irham Acho Bahtiar dan Steve RR Wantania ini sangat kental dengan budaya Batak, yakni tentang kehidupan seorang ayah dan anak-anaknya dengan latar kampung Batak di tengah kota besar.

Ayah tersebut sibuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anaknya, namun usaha dan harapannya tidak sesuai yang diharapkan. 

Film Horas Amang: Tiga Bulan untuk Selamanya dibintangi Cok Simbara, Novita Dewi, Vanessa Anggraeni, Tanta Ginting, Piet Pagau, Akbar Nasdar, dan Dendi Tambunan.

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.