Ada Unsur Religi di Balik Cerita Romantis Film Love For Sale 2

Ari Kurniawan Rabu, 6 November 2019 09:00:05
Ada pesan religi di balik cerita Love For Sale 2. (Ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Dibanding film sebelumnya, Love For Sale 2 memiliki cerita yang lebih kompleks dengan melibatkan aktor yang lebih banyak. Tak sebatas persoalan satu orang pria yang mengalami tekanan karena telat menikah, di film ini Arini (diperankan Della Dartyan), dihadapkan dengan sebuah keluarga dengan permasalahan yang berbeda-beda. 

Dari sisi cerita, film garapan sutradara Andibachtiar Yusuf ini memasukkan budaya Minang yang sudah berbaur dengan kehidupan kota besar. Terdapat juga unsur religi. Seperti yang terlihat pada awal scene, di mana terdapat sebuah hadist riwayat dari Tirmidzi tentang keluarga. 

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” Kalimat pembuka tersebut mengingatkan kita untuk selalu sadar bahwa keluarga adalah yang utama. 

Ada pesan religi di balik cerita Love For Sale 2. (Ist)
Ada pesan religi di balik cerita Love For Sale 2. (Ist)

Tak sampai di situ, unsur religi juga terlihat pada sosok Rosmaida yang diperankan Ratna Riantiarno. Setelah ditinggal mati oleh suaminya, Ros yang dikenal baik dan suka mengikuti pengajian di sekitar lingkungan rumahnya, selalu berdoa dan berserah diri kepada Tuhan untuk permasalahan yang tengah dihadapi oleh anak-anaknya. 

Cerita dalam film Love For Sale 2 sangat dekat dengan kehidupan masyarakat kita. Karakter yang diperankan sangat mewakili orang-orang yang ingin bahagia dan membahagiakan keluarganya. Diperankan Della Dartyan dan Adipati Dolken, film Love For Sale 2 saat ini sedang tayang di bioskop.

Ada pesan religi di balik cerita Love For Sale 2. (Ist)
Ada pesan religi di balik cerita Love For Sale 2. (Ist)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.