Dianggap Terlalu Vulgar, Single Perdana Loly Lovely Banjir Kritik

Ari Kurniawan Jumat, 8 November 2019 10:00:11
Single perdana Loly Lovely banjir kritikan dari netizen. (Ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Model dan bintang FTV Loly Lovely mencoba peruntungan di dunia musik. Gadis 18 tahun itu merilis single perdana berjudul "Sudah Puas".

Meski belum dirilis secara resmi, lagu "Sudah Puas" sudah bocor di berbagai aplikasi media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Tik Tok. Bukan pujian, lagu ini justru mendapat kritikan dari warganet.

Banyak warganet yang menganggap lirik lagu ini terlalu vulgar. Apalagi "Sudah Puas" dinyanyikan Loly Lovely yang baru 18 tahun. Soal ini, Loly Lovely punya penjelasan tersendiri. 

"Waktu mau rekaman lagu ini, Loly memang agak takut. Karena sekilas terdengar vulgar. Tapi saat didengerin musiknya dan dibaca liriknya, ini realita masyarakat kok, soal cowok zaman sekarang yang cuma mau enaknya saja," kata Loly Lovely, ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Single perdana Loly Lovely banjir kritikan dari netizen. (Ist)
Single perdana Loly Lovely banjir kritikan dari netizen. (Ist)

"Banyak lelaki yang mau enaknya aja. Bilang sayang, bilang cinta tidak pernah, apa lagi ngajak ke pelaminan. Akhir memberanikan diri, ini tantangan baru bagi saya," sambung Loly. 

Selain lagu "Sudah Puas", dara asal Bogor ini juga rupanya sudah menyiapkan single kedua yang berjudul "Tinggal Klik". Loly berharap lagu-lagu yang dinyanyikannya bisa menjadi trending di media sosial dan video klipnya banyak ditonton di YouTube.

"Terima kasih seluruh media khususnya radio se Indonesia, yang selalu support musik dangdut dan karir Loly," kata Loly Lovely.

(ari)
 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.