Ini Pertimbangan Luna Maya dalam Menerima Tawaran Film

Altov Johar Minggu, 17 November 2019 14:00:07
Luna Maya (Seno Susanto )

TABLOIDBINTANG.COM - Rumah Kentang: The Beginning menjadi film terakhir Luna Maya yang tayang di tahun 2019. Ke depannya Luna mengaku akan ada beberapa judul film yang sudah menunggu, namun belum dapat diceritakan untuk sekarang ini.

Dalam akting, Luna Maya tidak mengkotak-kotakan genre atau karakter apa yang diambilnya. Selama cerita dan peran yang ditawarkan bagus, ia siap melakoni. Seperti halnya di film Rumah Kentang: The Beginning. Apalagi di film ini Luna mendapat adegan yang dinilainya sangat menantang.

“Karakter kan enggak cuman bisa dibilang antagonis protagonis, tergantung skripnya juga. Apa aja yang bagus. Saya profesional aja, apa pun yang bagus apa pun genrenya ya saya main aja,” ujar Luna Maya di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (15/11) malam.

Luna Maya (Seno Susanto )
Luna Maya (Seno Susanto )

Disinggung apakah tertarik memerankan karakter psikopat, Luna justru mengaku sudah pernah menjalaninya. Namun film itu tayang di Malaysia. Luna pun tak ingat pasti karena sudah beberapa tahun yang lalu.

“Sudah pernah, ada di film Malaysia, waktu itu filmnya tayang di Malaysia. Sudah lupa juga, udah lama beberapa tahun yang lalu,” pungkasnya.

Adapun di film Rumah Kentang: The Beginning, Luna Maya memerankan tokoh Sofie, seorang ilustrator satu tim sama Adrian (Christian Sugiono) yang mendapat tantangan mencari sebuah ide baru. Mereka pun datang ke suatu tempat hingga akhirnya terkuak sebuah misteri di dalamnya. Film Rumah Kentang sendiri dijadwalkan mulai tayang di bioskop mulai 21 November 2019.

(tov / ray)

Penulis Altov Johar
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.