Pemerataan Pembangunan, Marwan Jafar Berharap Konser Perbatasan Digelar Kembali

Supriyanto Jumat, 22 November 2019 11:30:09
Marwan Jafar. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Konser Perbatasan yang digagas Marwan Jafar di 10 titik perbatasan sempat berlangsung di Singkawang dan Atambua sekitar 2016 lalu.

Konser musik yang menghadirkan grup band Slank itu pun masih ditunggu-tunggu oleh daerah perbatasan yang belum sempat didatangi Kaka cs untuk menyapa penggemarnya.

Tercetusnya ide Konser Perbatasan saat Marwan Jafar menjabat sebagai Menteri Desa, Permukiman Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Tujuannya untuk melakukan sosialisasi program kementerian yang ditanganinya. Marwan Jafar mengatakan konser di wilayah perbatasan Indonesia itu menarik dan sangat mungkin dilanjutkan.

Marwan Jafar. (Supriyanto/tabloidbintang.com)
Marwan Jafar. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

"Keren itu konser di perbatasan Indonesia," ujar Marwan Jafar kepada wartawan di Restoran Pulau Dua, Senayan,  Jakarta Pusat, belum lama ini.

"Daerah perbatasan itu sangat miskin, terbelakang dan tertinggal. Kalau digelar konser atau ada even bagus, bisa growing up perekonomian di desa," ungkap Marwan Jafar memberi alasan.

Mantan mentri Desa, Permukiman Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu kini menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi VI bidang industri, investasi, dan persaingan usaha.

Upaya menggelar konser di daerah pinggiran dan ujung terluar Indonesia itu juga dimaksudkan Marwan Jafar untuk mempromosikan pemerataan pembangunan.

"Supaya imbang pertumbuhan antara pusat dan daerah. Saya pernah nginep di hotel di Kalimantan, tapi listrik masih byar pet," pungkas Marwan Jafar.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.