Film Kucumbu Tubuh Indahku Dicekal, Begini Tanggapan Randy Pangalila

Dya Minggu, 8 Desember 2019 13:00:23
Randy Pangalila menyebut mereka yang mencekal hanya melihat dari judul dan trailer-nya saja, tanpa melihat keseluruhan isi dari film.  (Dya/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Film Kucumbu Tubuh Indahku mendapat pencekalan di sejumlah daerah. Hal ini menimbulkan keprihatinan salah satu pemainnya, Randy Pangalila. Terlebih, menurut dia, banyak yang tak mengetahui isi film tersebut karena belum menonton. 

Randy menyebut mereka yang mencekal hanya melihat dari judul dan trailer-nya saja, tanpa melihat keseluruhan isi dari film. Padahal isi film tersebut berbeda dengan yang selama ini diperdebatkan. 

"Menurut opini saya, mungkin mereka yang mencekal belum menonton. Karena kalau sudah menonton baru tahu kalau ini tidak seperti yang mereka bayangkan," ungkap Randy Pangalila saat ditemui di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12). 

Buktinya, film yang disutradarai oleh Garin Nugroho ini memboyong 12 nominasi dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2019. "Justru saat masuk FFI dan dapat 12 nominasi ini salah satunya pembuktian dan kedua, siapa tahu, mereka yang mencekal jadi menonton," ucapnya. 

Randy juga mengimbau agar masyarakat Indonesia tak langsung tersulut dengan judul dan trailer tanpa menonton film secara keseluruhan. 

"Saya berharap masyarakat kita mulai mengubah kebiasaan berkomentar sebelum nonton. Masyarakat kita kan seringnya berita belum benar sudah disebar," tutur Randy Pangalila. 

"Biasakan baca caption, menonton dulu sebelum komentar, pelajari dulu apa yang mau dibicarakan baru berbicara. Jadi jangan baru denger sedikit langsung gampang tersulut api," sambungnya.

(dya) 

Penulis Dya
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.