Film Milea: Suara Dari Dilan Siap Tayang, Vanesha Priscilla Sedih

Ari Kurniawan Selasa, 10 Desember 2019 21:00:23
Vanesha Prescilla antusias menghadiri perilisan trailer dan poster film Milea: Suara Dari Dilan. (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Vanesha Prescilla antusias menghadiri perilisan trailer dan poster film Milea: Suara Dari Dilan. Film ini merupakan kelanjutan dari film Dilan 1990 dan Dilan 1991.

Proses syuting Milea: Suara Dari Dilan dilakukan lebih dari setahun lalu, bersamaan dengan syuting Dilan 1990. Meski begitu, tetap ada rasa haru di hati Vanesha Prescilla melihat trailer filmnya.

"Bagus banget dan tersentuh aja aku. Sisi Dilan di sini di-keluarin banget. Trailer-nya bagus banget," bilang Vanesha Prescilla, di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Vanesha Prescilla (Seno/tabloidbintang.com)
Vanesha Prescilla (Seno/tabloidbintang.com)

Di sela rasa antusiasnya, diakui Vanesha Prescilla, ada kesedihan yang dirasakan. Pasalnya, ini merupakan rangkaian terakhir dari kisah cinta Dilan dan Milea.

"Kayaknya vibe-nya tuh sedih aja gitu. Mungkin karena tahu ceritanya mereka enggak mungkin bersama. Jadi enggak enak hatiku ngeliat-nya," ungkap Vanesha Prescilla.

Vanesha Prescilla optimistis Milea: Suara Dari Dilan bisa menyusul sukses Dilan 1990 dan Dilan 1991. Terlebih, selama ini Vanesha tak pernah putus komunikasi dengan para pecinta Dilan.

"Yakin banget 100 persen.  Kalau dilihat dari antusiasnya dan dari yang nuggu, yakin banget. Dan karena ini sekuel terakhir, jadi aku dan teman-temanku mau totalitas banget untuk promonya. Karena, menurut aku, kita harus menutup semua sekuel ini dengan manis," pungkas Vanesha Prescilla.

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.