Rio Dewanto Ingin Punya Banyak Anak setelah nonton Film NKCTHI

Ari Kurniawan Senin, 13 Januari 2020 08:30:56
Rio Dewantoa mengajak sang istri, Atiqah Hasiholan, menyaksikan film terbarunya, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini ( NKCTHI).

TABLOIDBINTANG.COM - Rio Dewanto mengajak sang istri, Atiqah Hasiholan, menyaksikan film terbarunya, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini ( NKCTHI). Selesai nonton, Rio mengungkapkan keinginannya untuk memiliki banyak anak dari Atiqah. 

"Pas gue sudah selesai dari karakter Angkasa, gue nonton lagi film itu, 'Bu kita harus punya anak yang banyak'," kata Rio Dewanto.

Dari film NKCTHI, Rio Dewanto mengetahui manfaat seorang anak memiliki banyak saudara. Terutama sebagai anak sulung, seperti yang ia perankan di film.   

"Penting banget buat Salma (anak Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan), dia belajar tanggung jawab, belajar jadi kakak, banyak banget pelajaran buat dia pastinya, biar dia punya teman di rumah. Kita menjadi orangtua belajar banyak," bilang Rio Dewanto. 

Film NKCTHI bercerita tentang kisah keluarga yang menyentuh hati. Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara), dan Awan (Rachel Amanda) adalah kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. 

Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan berkenalan dengan Kale, seorang cowok eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup baru. Perubahan sikap Awan mendapat tekanan dari orangtuanya. 

Hal tersebut mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik ini yang menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma besar dalam keluarga mereka. Film NKCTHI dibintangi oleh Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara, Donny Damara, Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, dan Oka Antara.

(ari)


Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.