Aghniny Haque Harus Tampil Lebih Wanita di Film KKN Di Desa Penari

Rik Jumat, 24 Januari 2020 05:00:01
Aghniny Haque mendapat tantangan baru saat terlibat dalam film KKN Di Desa Penari (Seno/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Aktris muda Aghniny Haque mendapat tantangan baru saat terlibat dalam film KKN Di Desa Penari. Berperan sebagai Ayu, Aghniny Haque dituntut untuk menjadi lebih wanita dari kepribadiannya yang sesungguhnya. 

"Aku anaknya sebenarnya agak tomboy, tapi di sini aku memerankan wanita yang bisa dibilang lemah lembut, terus juga harus bisa flirting. Jadi harus eksplorasi untuk lebih jadi wanita lagi," ungkap Aghniny Haque saat konferensi pers, Rabu (22/1). 

Lebih lanjut, Aghniny Haque yang terbiasa berpenampilan dengan rambut pendek pun harus melakukan hair extention agar mendalami perannya. 

"Ini aku extension rambut dan cukup mahal ya ternyata extension rambut, tapi karena yang nanggung juga MD yang minta karena Ayu ini bisa dibilang anaknya bener-bener cewe banget, karakter sama rambutnya panjang," paparnya. 

Saat awal menambah rambutnya menjadi lebih panjang, Aghniny Haque merasa cukup tersiksa karena terbiasa dengan rambut sebahu. Bahkan, ada masanya Aghniny merasa nyeri di bagian kepala lantaran kulit kepalanya terbebani rambut tambahan yang cukup panjang. 

"Ribet sih waktu pertama kali diextension itu, aku pusing kepalanya, mau tidur susah, mau keramas susah. Kayak gerah, gitu. Rambutnya kayak tebel, apalagi rambut asli aku udah tebel dan banyak, jadi ditambahin tuh kayak mungkin kulit kepala aku sampai rusak sih, sampai merah. Mungkin dia kaget kan dari nggak ada beban tiba-tiba jadi panjang gitu, tapi bagus buat karakter," pungkas Aghniny Haque. 

(Rik)

Penulis Rik
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.