Video Klip Armada hingga Marcell Dibuat Ulang dalam Bentuk Animasi

Ari Kurniawan Jumat, 31 Januari 2020 08:30:30
Band Armada. (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - E-Motion Entertainment menjalin kerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (Ainaki). Kesepakatan itu dibuat untuk mengembangkan industri kreatif di bidang musik dan animasi.

Arnold J Limasnax, CEO E-Motion Entertainment, menyebut kedua sektor itu di Indonesia punya potensi yang sangat menjanjikan.

"Bagi kami, berkolaborasi dengan Ainaki adalah sebuah kehormatan yang besar, karena sebagai sesama pelaku industri kreatif, kita harus saling mendukung," ujar Arnold, di Jakarta, Rabu (29/1).

Bentuk kerja sama awal itu dimulai dari membuat ulang sejumlah video musik dari band kenamaan Indonesia. Klip tersebut nantinyadibuat dalam bentuk animasi. Band dan musisi yang akan dibuatkan video musik animasi adalah yang ada di bawah lisensi E-Motion Entertainment.

E-Motion Entertainment menjalin kerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (Ainaki).
E-Motion Entertainment menjalin kerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (Ainaki).

"Misalnya Armada ('Pergi Pagi Pulang Pagi', 'Mau Dibawa ke Mana'), Anji ('Kekasih Terhebat', 'Jerawat Rindu'), Juicy Luicy ('Tanpa Tergesa'), dan Marcell ('Takkan Terganti')," jelas Arnold lagi.

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Jendral Ainaki, Eka Chandra, menyebut industri animasi di Tanah Air tengah naik daun. Banyak studio animasi asal Indonesia yang mulai dilirik mancanegara.

“Dari kita, Asosiasi Industri Animasi Indonesia (Ainaki), sudah ada kreator animasi yang berkolaborasi dengan negara-negara Asean juga Eropa. Kita memang baru mulai. Tapi dari data Bekraf, Ainaki bertumbuh hingga 10 persen,” kata Eka. 

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.