Syuting di Bantar Gebang, Film Surga Di Bawah Langit Angkat Isu Pendidikan

Ari Kurniawan Selasa, 17 Maret 2020 22:00:18
Film Surga Di Bawah Langit. (Istimewa)

TABLOIDBINTANG.COM - Film drama musikal berjudul Surga Di Bawah Langit segera tayang di bioskop. Film arahan sutradara Pritagita Arianegara ini mengambil kisah mengenai anak-anak kurang mampu dalam mendapatkan pendidikan yang layak.

"Ini mengenai persahabatan tiga anak dari kaum marjinal, di mana mereka sudah putus sekolah, jadi mereka harus bekerja dengan apa adanya. Satu ngamen penari, satu lagi jadi pencopet, dan ojek payung. Jadi mereka semata-mata melakukan pekerjaan itu untukmembantu orangtua mencari nafkah dan untuk sekolah," kata Rio Silaen sebagai produser sekaligus pemilik ide cerita, di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3).

Proses syuting Surga Di Bawah Langit suda selesai pada September tahun lalu, mengambil lokasi di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Rencananya Film ini akan dirilis pada 30 April mendatang untuk menyambut Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional.

"Kita keluar tanggal 30 April kita ingin menggemakan Hari Pendidikan Nasional. Karena ini mengenai pendidikan anak yang masih kurang di Indonesia khususnya. Sekaligus tanggal 1 Mei nanti Hari Buruh. Jadi kita sekaligus menentang mengenai pekerja anak di bawah umur," ungkap Rio.

"Kami ingin mengangkat film ini sesuai dengan tema Hari Pendidikan Nasional, di mana kami ingin menggalakkan bahwa pendidikan itu penting untuk anak usia dini," sambung Titien Budiman, yang juga bertindak sebagai prouser. 

Film Surga Di Bawah Langit dibintangi oleh Reza Rahadian, Acha Septriasa, Jajang C Noer, Happy Salma, Andien Aisyah, Neona Ayu, Muzakki Rhamdan, dan Vanaya Kiera Baiin.

(ari)
 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.