Hessel Steven Antusias Kembali Syuting Sinetron BAWANG PUTIH BERKULIT MERAH

Ari Kurniawan Sabtu, 4 Juli 2020 07:00:19
Hessel Steven, bintang sinetron Barang Putih Berkulit Merah. (Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Selama kurang lebih 3 bulan Hessel Steven hanya bisa berdiam diri di rumah untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Ia pun antusias saat mendapat panggilan untuk kembali ke lokasi syuting.

Sejak pekan lalu, Hessel Steven sudah sibuk menjalani proses syuting sinetron "Bawang Putih Berkulit Merah" ANTV.

"Senang banget pasti ya, kemarin 3 bulan break syuting, di rumah nggak ngapa-ngapain, nonton TV. Paling bikin kue aja," Hessel Steven membuka perbincangan dengan tabloidbintang.com, Jumat (3/7). 

Hessel Steven, bintang sinetron Barang Putih Berkulit Merah. (Instagram)
Hessel Steven, bintang sinetron Barang Putih Berkulit Merah. (Instagram)

Hessel Steven mengaku tidak menemukan kesulitan berarti saat menjalani syuting di fase "new mormal". Hessel hanya butuh sedikit waktu untuk kembali menyatu dengan karakternya. 

"Pas mulai syuting lagi cuma satu scene untuk pemanasan. Masalah emosi, pemain juga udah pada jago-jago ya," kata dia. 

Hessel Steven menyadari saat ini pandemi belum sepenuhnya selesai. Untuk itu ikut menerapkan protokol kesehatan selama berada di lokasi syuting, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. 

"Gue juga lebih memingkatkan imunitas aja. Yang tadinya cuma satu vitamin, sekarang lebih banyak. Terus madu juga. Gue lebih aware ke diri sendiri sih," tandas Hessel Steven.

Hessel Steven, bintang sinetron Barang Putih Berkulit Merah. (Instagram)
Hessel Steven, bintang sinetron Barang Putih Berkulit Merah. (Instagram)

(ari)
 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.