Duo DJ Yellow Claw Jadi Juri di Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020

Ari Kurniawan Jumat, 10 Juli 2020 10:30:22
Duo DJ Yellow Claw jadi juri di Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020. (Istimewa). (Istimewa)

TABLOIDBINTANG.COM - Melanjutkan kesuksesan di edisi pertama tahun lalu, ICEPERIENCE.ID kembali menyelenggarakan Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020. Tahun ini, ICEPERIENCE.ID berkolaborasi dengan Barong Family, record label yang bermarkas di Amsterdam, Belanda. 
Perusahaan rekaman yang berdiri pada 2014 ini mengutus Yellow Claw, duo DJ yang masuk top 100 DJ dunia versi DJmagz.com menjadi juri bersama DJ papan atas Indonesia yakni Winky Wiryawan, Dipha Barus, dan Eka Gustiwana.

EMPC 2020 merupakan bentuk konsinstensi ICEPERIENCE.ID melalui program “International Collaboration Experience” (ICE) yang senantiasa konsisten menyuarakan #localICEMovement terhadap kemajuan industri musik elektronik di Tanah Air. Sesuai namanya, #localICEMovement berupaya menjadi lokomotif untuk mewadahi para talenta lokal dalam menghasilkan karya yang lebih berkualitas sehingga dapat memperkuat ekosistem musik elektronik di Indonesia dengan harapan nantinya talenta-talenta lokal tersebut bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu berkiprah di level internasional.

Perwakilan ICEPRIENCE.ID, Diopsaputra, mengatakan kolaborasi dengan Barong Family dalam EMPC 2020 merupakan komitmen ICEPERIENCE.ID agar para peserta dapat mengetahui standar musik elektronik dunia. Selain itu, pemilihan Barong Family juga erat kaitannya dengan nilai-nilai keindonesiaan dimana secara historis ternyata pembuatan nama dan logo Barong diambil dari sosok dewa dalam kebudayaan Bali.

Winky Wiryawan jadi juri di Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020. (Istimewa)
Winky Wiryawan jadi juri di Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020. (Istimewa)

“Kami merasa Barong Family cukup mengenal budaya Indonesia. Dan kami juga gembira karena Barong Family mengutus Yellow Claw sebagai juri di EMPC 2020. DJ yang masuk top 100 Dj di dunia ini memiliki 4,2 juta monthly listener dan 900 ribu follower di Spotify. Sehingga kami berharap kehadiran Yellow Claw di EMPC 2020 bisa memberi insight yang berharga bagi para peserta, yang akhirnya para produser musik elektonik di Tanah Air dapat mengupgrade kemampuan bermusik hingga ke panggung musik dunia,” tutur Diop, dalam jumpa pers virtual, Kamis (9/7).

Pendaftaran EMPC 2020 dilakukan secara online melalui website www.iceperience.id mulai tanggal 13 Juli hingga 14 Agustus 2020. Setelah itu, dewan juri akan mengkurasi dan menyeleksi karya yang sudah disubmit oleh peserta hingga keluar 3 besar dan juara favorit. Selanjutnya, 1st winner EMPC 2020 akan mendapatkan kesempatan berkolaborasi menghasilkan karya musik dengan salah satu talent di bawah naungan record label Barong Family.

“Reward untuk 1st winner EMPC 2020 ini merupakan kesempatan berharga di mana pemenang dapat mengembangkan bakat yang dimiliki dan maju ke kancah internasional. Hal ini sesuai dengan tagline yang diusung oleh EMPC di tahun ini yaitu The Greatest Legacy sehingga diharapkan karya sang juara menjadi warisan besar di dunia musik elektronik Tanah Air. Sementara untuk pemenang lainnya akan berkolaborasi dengan local artist. Siapa mereka? Nantikan kejutannya selanjutnya,” Diop menjelaskan.

Dipha Barus jadi juri di Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020. (Istimewa)
Dipha Barus jadi juri di Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020. (Istimewa)

EMPC pertama kali diselenggarakan pada 2019, di mana terdapat lebih dari 500 track yang disubmit peserta. Dari jumlah itu, dewan juri menyaring karya mereka dan lahirlah Doci sebagai 1st winner. Sebagai hadiah, Doci terbang ke Los Angeles Amerika Serikat untuk berkolaborasi dengan Sean Miyashiro (CEO 88Rising) dan Devinta Trista yang merupakan penyanyi berbakat pilihan 88rising. 

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.