Pandemi Corona Tak Halangi Erie Suzan dan Rommy Putra Berkarya

Redaksi Jumat, 18 September 2020 06:30:52
Erie Suzan dan Rommy Putra.

TABLOIDBINTANG.COM - Nyaris semua lini kehidupan lumpuh saat pandemi corona mewabah seperti sekarang ini. Namun bagi seorang musisi kreatif keadaan ini tak menjadi kendala untuk terus berkarya. Itulah yang dilakukan Erie Suzan dan Rommy Putra. Kolaborasi senior dan junior ini membuahkan tembang dangdut bertajuk Keraguan.

Setelah sekian lama menanti akhirnya tiba juga waktunya. Erie Suzan dan Rommy mengenalkan karya terbaru mereka dalam melalui konser virtual di laman Instagram.

“Aku senang sekali akhirnya bisa merelase single terbaru bertajuk Keraguan ini dengan cara virtual, live Instagram. Soalnya dalam situasi PSBB seperti sekarang kita harus mensiasati keadaan. Hari ini kami meluncurkan karya ini dengan bangga meski stuasinya sekarang PSBB. Alhamdulillah saat konser yang disiarkan melalui Instagram disambut positif oleh penggemar dan pecinta musik khususnya dangdut,” kata Rommy Putra usai peluncuran tembang Keraguan secara virtual di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (17/9)

Erie yang bertindak sebagai produser, pencipta lagu dan juga vokal coach tak kalah senangnya. Soalnya keterlibatan dia di lagu ini tidak sedikit. Ia pun akhirnya bisa menyuguhkan karya ini bersama Rommy.

“Hari yang sudah dinanti tiba juga. Semoga karya ini bisa diterima oleh pecinta musik di mana pun berada, khususnya pecinta dangdut,” timpal Erie.

Tembang Keraguan berkisah tentang sepasang kekasih yang sudah tak seiring sejalan. Ada perbedaan visi dalam menjalani kehidupan dua insan itu retak. Akhirnya karena sudah tak ada kecocokan, mereka memilih jalan masing-masing.  Tembang ini dibawakan Rommy dengan pas. “Rommy ini penyanyi yang untuk ukuran cowok suranya lebih tipis. Jadi lebih cocok membawakan lagu ballad dan romantic,” kata Erie.

“Notasinya mudah difahami, storinya related dengan banyak orang yang pernah mengalami hal serupa; kegagalan cinta. Tapi setelah itu harus move on dan optimis. Semoga karya ini bisa dinikmati secara positif dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Erie.

Kurang lebih tiga pekan Rommy harus menghayati dan mendalami lagu Keraguan ini. “Itu belum cukup, setelah itu di-coaching lagi sama Kak Erie dan akhirnya lolos juga. Yang paling sulit di bagian chorus dan reffren. Improvisasinya  baru aku terima satu jam sebelum take vokal. Alhamdulillah proses rekaman berjalan lancar,” ungkap Rommy sempat menjadi atlet pencak silat mewakili provinsi Kalimantan Timur.

Sebelum menuntaskan penggarapan tembang Keraguan ini, Erie dan Rommy sudah bekerjasama dalam dua proyek single sebelumya. Yang pertama Erie terlibat dalam tembang Bidadariku (2019) yang merupakan single perdana Rommy. Saat itu Erie bertindak sebagai vocal coach. Sementara lirik dan aransemen digarap oleh  Arief Iskandar. Tak jauh berbeda dengan tembang kedua milik yang bertajuk Ku Bukan Dia, cuma bedanya lagu ini yang menciptakan Erie Suzan yang release bulan April 2020. Di single ketiga Rommy ini, Erie kembali memercayakan aransemen kepada Arief Iskandar dengan imbuhan gesekan biola dari Henry Lamiri.

Erie Suzan dan Rommy Putra
Erie Suzan dan Rommy Putra

  
Sebagai penyanyi senior, Erie amat senang berkolaborasi dengan penyanyi junior. Kolaborasi antara dirinya dan Rommy ini adalah wujud nyata dari proses regenerasi.

“Aku percaya musik dangdut akan terus bertahan Ketika ada regenerasi. Rommy ini penyanyi yang baru Kembali menekuni musik dua tiga tahun terakhir ini setelah berkutat dengan sekolah dan pekerjaannya. Dia punya potensi dan skil menyanyikan lagu dangdut yang bagus, jadi mengapa tidak bekerjasama dengan dia,” papar kata pelantun tembang Gerimis Melanda Hari ini.
 

Penulis Redaksi
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.